Jumat, 22 Mei 2020
Pemerintah tidak dipercaya, Corona makin berjaya
Sabtu, 16 Mei 2020
Masak Gampang dengan Yummy App
Annyeong Chingudeul~~
Pernah tidak merasakan, disuatu malam ingin makan sesuatu tapi bingung mau makan makanan apa atau bingung cara membuat suatu makanan. Sungguh dilema yang sulit untuk dipecahkan karena keinginan yang gak karuan ini. Dilema ini ditambah lagi dalam suasana virus viral yang bernama Corona Virus Disease 19 (Covid-19) yang menyebabkan ketidak berdayaan diri untuk bisa kelayapan nyari makanan-makanan yang diinginkan mata. Lol. Satu hal lagi, biasanya mulai pertengahan Ramadhan seperti sekarang ini, kita mulai kehabisan ide untuk dijadikan menu berbuka puasa atau menu saat sahur.
Biasanya, dikondisi yang seperti ini, gue mulai searching menu masakan yang ada di Instagram
ataupun Youtube. Tapi gue sering kesulitan menemukan makanan yang pas karena
keterbatasan bahan baku masakan yang bervariasi nan eyes catching, karena gue bertempat tinggal hanya di sebuah kota
kecil yang jarang menemukan bahan masakan yang bervariasi, apalagi untuk bahan masakan western.
Beberapa waktu lalu, gue menemukan sebuah akun instagram
bernama Yummy.idn, akun tersebut
menyajikan tutorial memasak sampai share resep-resep
makanan, bagi gue yang amatiran dalam memasak, gue bisa mengkategorikan akun
ini sebagai akun yang mempunyai tutorial yang gampang untuk diikuti dan
informatif. Setelah mengikuti akun tersebut, ternyata tidak hanya mempunyai
akun instagram, Yummy.idn juga mempunyai sebuah aplikasi yang bernama Yummy App (bisa chingudeul download di playstore), semacam akun para chef yang juga bisa
dijadikan sebagai media untuk berbagi resep sendiri ataupun aplikasi untuk
menonton sebuah tutorial memasak. (Pengguna aplikasi dipanggil chef, hehehe)
Yummy adalah multimedia platform food-focused media digital
dibawah naungan IDN Media, yang berfokus kepada masakan dan makanan yang
membahas mengenai resep, tutorial dan tips memasak. Salah satu platform Yummy
khusus untuk resep, tutorial dan tips masakan bernama Yummy App. Di aplikasi
ini selalu menyajikan konsep tutorial dengan langkah yang mudah dan terdiri
dari 5 langkah. Yummy juga mengangkat tema #MasakituGampang.
Menu di Yummy App terbagi menjadi beberapa bagian,
seperti, menu-menu trending, akun official, inspirasi menu ramadhan, penjaga
imunitas, menu sahur, dan resep terbaru. Dalam pencarian menu masakan bisa
sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing. Menu-menu ini sangat cocok mulai
dari balita sampai lansia. Yang menarik adalah ada bagian “penjaga
imunitas”, sangat cocok untuk mereka-mereka yang memerlukan panduan menu dalam
mempertahan diri dari serangan Covid-19.
Selain fitur-fitur tersebut, ada beberapa
kelebihan yang terdapat pada Yummy App, diantaranya,
Diunggah
oleh chef Pro dan kita semua
Resep-resep yang berada dalam aplikasi ini adalah resep
yang dihasilkan oleh tim chef dari Yummy itu sendiri. Selain para chef, sebagai
pengguna biasa pun kita bisa meng-upload resep-resep kreasi kita sendiri. Dan pada
bagian ini, kita juga bisa menghasilkan uang, karena setiap resep yang kita
upload akan di konversikan sebagai point Yummy, yang bisa di uangkan. For more information, kunjungi web
resmi Yummy. Hehe. Ada chef Arnold Poernomo juga, by the way. hihihi
Banyak
menu dan bisa disesuaikan dengan bahan baku yang kita miliki
Menu-menu yang bervariasi yang bisa dijadikan
referensi dikala kehabisan ide memasak. Mulai dari masakan manis sampai masakan
pedas. Di aplikasi ini, kita juga bisa filter makanan sesuai dengan bahan baku
yang kita miliki. Hal ini memudahkan kita menemukan menu masakan dan tidak
membingungkan kalau bahan baku tidak tersedia.
Terdapat kategori memasak
Dikategori ini terdiri dari Yummy tips untuk berbagi tips memasak, Yummy
resep dasar untuk share resep dasar
masakan seperti pembuatan kulit lumpia; bumbu merah; bumbu kuning dan lainnya, makanan
pembuka, makanan utama, makanan penutup, cemilan, makanan pendamping seperti
per-saos-an, dan terakhir kategori minuman. Totaly
complete chingudeul~
Ada
menu trending
Layaknya video di Youtube, di Yummy App juga
memiliki menu-menu yang trending. Menu
ini sudah terbukti banyak diiukuti orang lain, gue juga pernah bikin makanan
dari menu trending ini dan hasilnya Amazing, sebuah makanan yang tidak
pernah terbayangkan untuk membuatnya, hadir didapur gue dan itu adalah hasil
masakan gue sendiri. Makanan itu adalah Pangsit Tahu Ayam. Dan as always, rasanya sangat enak dong. Let’s try it too, dan gue bakalan
pastiin menu ini gak bakalan gagal kalau mengikuti step dengan benar.
Tutorial
yang gampang diikuti
Kelebihan Yummy App lainnya adalah tutorial yang
gampang diikuti. Dengan mengusung tema #masakitugampang, Yummy menyediakan 5
langkah dalam memasak yang disajikan dalam bentuk video. Tidak hanya video, di
aplikasi juga menyediakan tulisan langkah-langkah yang dijabarkan dengan bahasa
yang mudah dimengerti penggunanya. Selain itu video ini juga gak makan banyak
data karena durasi yang panjang, cukup 30 detik sampai 60 detik. Cukup simple untuk diikuti, jika masih bingung
sama step-step memasaknya, bisa screen capture yang bagian tulisannya, problem solve.
Ada
tips dan trik
Selain menu masakan pada umumnya, Yummy juga
menyediakan tips dan trik pada saat
memasak. Bisa kita terapkan bagi pemula nih.
Tips dari Yummy contohnya tips penyimpanan makanan, tips cara
memotong sesuatu, tips dalam
pembuatan bahan baku yang sebenarnya simple
untuk dibuat tapi kalau kita beli bakalan mahal, misalnya chili oil, garlic oil, dan lain-lain.
Tersedia
menu MPASI
Bagi ibu-ibu yang mempunyai bayi yang sudah makan,
biasanya bakalan kesusahan untuk membuat makanan pendamping ASI, apalagi ibu
muda yang belum terlalu berpengalaman dalam membuat MPASI. Di Yummy App, juga
ada tutorial dan resep memasak makanan pendamping ASI, dengan bahan-bahan yang seadanya
tetapi disukai balita dan yang paling penting adalah tidak ribet cara bikinnya.
Bisa
masak apa saja karena #MasakituGampang
Gue sering explore masakan-masakan yang “gak mungkin” gue bikin, mulai dari masakan Indonesia sampai masakan mancanegara. Setelah searching tutorial memasaknya, ternyata gak sesulit yang dibayangkan karena pada dasarnya #MasakituGampang, tergantung niat chingudeul dan sugesti kepada diri sendiri.
Gue pecinta mie dan beberapa kali bikin menu
berbahan dasar mie, seperti, mie tek-tek, udon dalkkalbi, mie sayur pedas
instan, dan makanan-makanan lainnya dan terlintas di beranda instagram gue dari
Yummy.idn. Yummy.idn udah kayak surganya makanan deh. Auto ngiler saat ini.
Event-event
yang beragam
Yummy juga mengadakan event-event yang bervariasi setiap periodenya. Setiap event sudah pasti ada reward-nya, lumayan Lho bagi chingudeul bukan sekedar untuk menyalurkan hobi masak
dengan upload resep tapi juga
mendapatkan hadiah-hadiah menarik dari Yummy, contoh reward-nya adalah motor, uang tunai dan lainnya serta yang paling
penting adalah kebahagiaan hati dan kepuasan batin jika resep kreasi chingudeul
diikuti oleh jutaan orang diluar sana.
Media digital Yummy ini terdiri dari facebook
(Yummy Indonesia), instagram (@Yummy.idn), website (www.yummy.co.id) dan aplikasi (Yummy App). Masing-masing
platform ini memiliki fungsinya masing-masing bagi gue. Untuk Facebooknya,
biasanya gue share resep ataupun
untuk menyimpan resep yang akan gue masak. Di instagram, biasanya adalah guide gue ketika buntu ide memasak,
seketika bakalan ada menu-menu baru yang punya magnet untuk di eksekusi, gue
juga sering save resep-resepnya di Instagram,
dan terakhir aplikasi Yummy App, berfungsi untuk panduan gue jika ide masak
sudah ada, tapi tidak tau cara memasak makanan tersebut, kemudian juga untuk
panduan gue ketika bahan baku dikulkas sudah ada tapi bingung sama resep yang
akan dibuat.
Kita semua butuh Yummy App untuk keberlangsungan
hidup yang kadang buntu hanya karena ‘gak tau mau makan apa’~~
Selasa, 05 Mei 2020
Kegiatan Dihari-Hari yang Jenuh
Belajar bahasa
Disaat saat sendiri, gak ada salahnya memulai belajar bahasa yang
baru. Di dunia ini ada banyak sekali bahasa selain bahasa negara chingudeul
sendiri. Bahasa yang bisa di pelajari bisa bahasa negara lain ataupun
bahasa daerah yang lainnya.
Gue pernah belajar bahasa korea selama gue nganggur dulu, output nya,
gue tau tulisan korea which is menggunakan huruf hangul. Gue bisa menulis
dan membaca tulisan hangul, meskipun masih terbata-bata. Gue memilih
belajar bahasa korea karena hangul catching my eyes dan tulisan hangul itu
sangat keren dimata gue. Gue juga pernah belajar bahasa jepang dan bahasa
arab, tapi bahasa korea lebih gampang dipelajari, menurut gue.
Jumat, 01 Mei 2020
Melukis, Hobi Baru Gue
Lukisan pertama gue, beautiful night with messy
silhouette, lol
![]() |
Terinspirasi dari Youtube, dengan
eksekusi versi gue |
Melukis itu sama kayak mengambil sebuah keputusan. Harus benar-benar
dipertimbangkan. Dengan sebuah background yang sudah indah kemudian kamu harus
mengambil langkah lainnya agar lukisan itu menjadi lebih indah. Pada tahap ini,
goresan-goresan yang akan diberikan harus di pertimbangkan secara matang, if
you do not want to messed everything. Jika salah-salah goresan, lukisan
bisa rusak. Tapi, lukisan itu tempat kita bebas mengekspresikan apapun,
walaupun terkadang terkesan “rusak”, if you can give it “the meaning”,
never mind, gak ada masalah apapun. Kanvas itu dunia kamu, you can
put everything that you want there, you are the God of your canvas. I love
painting.
Gue menganggap ini adalah sebuah cherry blossoms
tree. Gue tau itu berantakan. But I'm very proud of my self karena bisa
bikin lukisan ini. Inspired by youtube video, named "Wow art".
TAPI, setelah di compare sama lukisan di youtube
"wow art", ....
Nyali
gue ciut gais. Inilah perbedaan antara ekspektasi dengan realita yang
ada. Gue tau, lukisan ini jauh berbeda. Keliatan banget gue anak
baru belajar megang kuasnya. But i still learning. And the important thing of
it, i do it just for fun. Dan karena lukisan ini, gue kembali memikirkan
cat akrilik dan berniat buat belajar melukis.
Sepatu Putih Brand Luar Negeri Kena Bintik Hitam (tritipan)
Annyeong chingudeul~
Bulan Desember lalu, gue ulang tahun. Sebagai seorang
yang “Single” dan tidak punya banyak
teman, sudah pasti gak ada satu orang pun yang ngasih gue kado. Jangankan
ngasih kado, ucapan selamat ulangtahun pun jarang gue dapatkan. No one really cares about my life.
(Gue gak mau menggunakan kata-kata jomblo. Dan
kata “Single” lebih indah untuk
didengar. Karena jomblo dan single
adalah 2 kata yang berbeda. Menurut gue, single
adalah kondisi yang memang diciptakan karena keinginan pribadi. Dan jomblo
adalah kondisi dimana itu adalah pilihan terakhir lo. Dan gue yakin, gue
sekarang “sendiri” karena memang keinginan gue yang ingin sendiri “waktu itu”, so i decided to using the word “single” than
“Jomblo”. Pada dasarnya, 2 kata itu, single
dan jomblo memiliki makna yang sama, sama-sama tidak punya pasangan, jadi, kenapa gue harus
mempermasalahkan penggunaan dua kata itu? I DON’T KNOW MY SELF. The more i say that i want to be single,
the more i wish there is someone beside me and care for me. There are many things
that i want to share with).hahaha. Please..
back to the topic as soon as posible !!!!
Back
to the topic, dikarenakan gak ada satu pun kado
yang gue dapatkan, akhirnya gue memberikan kado untuk diri gue sendiri. Dari Gue,
untuk Gue. Gue memberi hadiah untuk diri sendiri, sebagai wujud terima kasih
atas hal yang telah dilakukan selama ini, gue berterima kasih karena telah
bertahan menjalani kehidupan yang rumit , gue bersyukur karena gue tidak
menyerah dengan kondisi apapun yang gue hadapi walaupun almost give up sometimes, tapi disuatu kondisi gue bisa sadar
kembali untuk gak nyerah. I’m proud of my
self. Other than that, gue pengen gue bahagia.
Hadiah yang gue berikan untuk diri sendiri gak
macem-macem kok, Cuma sebuah sepatu putih yang sudah lama gue pengen. Sepatu itu
merek Keds yang triple seasonal solid white. Sebuah sepatu brand luar negeri yang selama ini gue pengen karena berbentuk “sneakers” tapi versi pure
ceweknya. Yang gue tau, Keds adalah
sebuah brand sepatu yang memang di
disain untuk para cewek. (correct me if i’m
wrong).
Gue sangat suka sepatu putih karena sepatu putih
versi sneakers identik dengan trend fashion yang ada di Korea Selatan.
Gue suka fashion Korea Selatan karena
mereka memadukan girly style dan boyish style dalam satu set pakaian.
Gue bukan cewek yang bakalan berdandan girly all the time. Gue suka sesuatu
yang simple dan keliatan boyish sedikit. Karena menurut gue, pure look fashion cewek itu sedikit
rumit, dan fashion cowok lebih simple. Gue suka memadukan kedua cara
berpakaian antara cewek dan cowok tersebut.
Gue suka sneakers,
sweater, oversized shirt, backpack dan fashion-fashion
yang apa adanya lainnya. Intinya, gue suka simple
things, gak mau ribet. But i will
dress up like a girl if i need to do that. Chill~~
Masalah sepatu putih, menjaga sepatu putih gak
segampang menjaga sepatu warna lainnya, apalagi jika berbahan kanvas. (saat ini
gue pengen nangis chingudeul~ karena sepatu putih berharga gue, kena bintik
hitam dan gak bisa dibersihkan). Walaupun belum lama sama gue, setidaknya
sepatu ini pernah menemani hari-hari gue keluar kota yang membahagiakan.
Dan yang bikin nyeseknya lagi adalah, karena gue
bela-belain beli sepatu ini sebagai hadiah diri sendiri atas kerja kerasnya,
dan sekarang sepatu itu malah gak bisa digunain karena kotor, kinda disgusting things karena bintik
hitam yang gak merata. Kalau merata, bisa gue anggap sebagai motif aja, lol.
Gue termasuk salah seorang yang ngasal masalah
kebersihan sepatu, karena gue tidak suka sepatu yang bersih-bersih amat yang
selalu keliatan baru, estetika penggunaan sepatu bakalan menurun, menurut gue. Jadi,
gue tidak mempermasalahkan sepatu gue mau kena hujan ataupun tanah dan debu
dimana pun. Setelah kena hujan, gue jarang menjemur sepatu gue , akhirnya
sepatu itu lembab dan muncul bintik-bintik hitam di permukaan sepatu, gue cek di
google, namanya Tritipan. Setelah gue
cuci, bintik hitam itu gak bisa hilang dan malah muncul noda kuning tidak rata.
Sebelumnya gue juga punya sepatu putih berbahan synthetic leather, dan perawatannya gak
sesusah berbahan kanvas. I don’t know what
will i do with my white shoes, kepikiran mau nge-cat ulang, tapi sayang aja
karena sepatu itu belum lama gue pakai. Gue takut gagal kalau di cat ulang dan
di lukis, karena gue gak terlalu bisa melukis, apalagi melukis detail sesuatu. I hope i will find the way to solve this problem. Amen.
Simple
tips,
jika chingudeul pengen punya sepatu berwarna putih
1. Sebelum membeli sepatu putih,
chingudeul harus komitmen buat rawat sepatu itu, sepatu putih tidak bisa
dirawat secara asal.
2. Gue saranin buat beli yang bahan leather daripada kanvas kalau chingudeul
gak bisa merawat sepatu dengan baik.
3. Jika punya yang kanvas, setelah
dipakai darimana pun alangkah baiknya dibersihkan dan dijemur sebelum disimpan
kembali
4. Hati-hati waktu mencuci sepatu jika
tidak ingin ada noda kuning disepatu.
Selasa, 28 April 2020
Menghasilkan Uang dari Kerajinan Tangan
Annyeong chingudeul~
Crafting adalah salah satu kegiatan yang gue sukai sedari dulu. Crafting adalah suatu kegiatan kerajinan tangan yang bisa meningkatkan kreatifitas pembuatnya. Bagi gue, crafting atau kerajinan tangan adalah kegiatan yang gue lakukan diselah-selah rutinitas yang melelahkan atau sekedar kagiatan di waktu luang. Bagi anak-anak, kegiatan ini bisa meningkatkan kreatifitas dan kemampuan motorik anak.
Crafting
menuntut kita untuk bisa menggambarkan suatu benda hidup menjadi benda mati
sesuai dengan media yang kita punya, misalnya kayu, kain flannel ataupun kertas
dan lainnya.
Selain bisa mengisi waktu luang, kegitan crafting
ini bisa menghasilkan uang. Barang-barang yang dihasilkan dari kegiatan ini
bisa dijual ataupun untuk konsumsi pribadi saja. Bagi gue, hasil kerajinan
tangan, memuaskan batin dan memberikan kesenangan tertentu jika karya telah
berwujud.
Beberapa kerajinan tangan yang gue lakukan,
diantaranya :
Kerajinan
kain flannel
Kain flannel ini, bisa dibentuk menyerupai apapun
yang kita inginkan. Biasanya gue, bisa mengembangkan kreatifitas gue dengan
membuat boneka, bros-bros cantik, dompet, dompet hape, tas, sepatu anak-anak
dan lainnya.
Semasa gue kuliah, kain flannel menjadi tambahan
keuangan bagi gue. Jaman dulu, gue bisa bikin boneka wisuda dari kain ini. Cuma
bermodalkan kain flannel, dakron, benang, jarum dan sentuhan kreatifitas yang
bisa diasah jika ada kemauan. Dan hasilnya lumayan, buat biaya foya-foya
mahasiswa kere kayak gue.
Origami
Berbeda dengan kain flannel, kerajinan origami ini
tidak gue manfaatkan untuk menghasilkan uang. Kerajinan origami adalah suatu
seni melipat kertas yang berasal dari negeri Jepang. Bagi gue, kerajinan ini
untuk menghibur diri, pengisi waktu luang dan to prove my self that I can make
something from a paper. Tutorial pembuatan origami juga banyak di ajarkan di
youtube.
Origami itu gampang-gampang susah. Seolah-olah
mudah untuk dilakukan karena “Cuma” melipat-lipat kertas, padahal realitanya
butuh ketelitian, ketepatan dalam melipat kertas agar hasilnya sesuai dengan
yang diharapkan. Gue penah bikin tutorial bikin hanbok DISINI, dan itu lumayan
gampang-gampang susah, walaupun Cuma bikin sesimple itu.
Membuat
Bros
Kerajinan yang gue tekuni akhir-akhir ini karena
selain untuk mengisi waktu luang, karajinan ini juga bisa menghasilkan uang. Karena
hasil kerajinan ini bisa dijual. Modal untuk membuat bros ini lumayan menguras
dompet bagi gue (karyawan kere) karena printilan-printilan yang variasinya
sangat beragam. Dengan modal sekitar 500 ribuan, kamu sudah bisa memulai bisnis
ini. Instagram dagangan gue @gantarihouse. Silahkan mampir chingudeul.. hehehe
Bermodalkan tang set untuk menghubungkan satu ring
dengan ring lainnya, aneka manik-manik, aneka mutiara, aneka Kristal-kristal,
dan peralatan besi-besi lainnya. Jika sudah memiliki peralatan tersebut,
chingudeul bisa memulai bisnis ini. Bagi pemula, bisa belajar dari youtube
ataupun blog untuk mebuat design bros yang akan dirangkai.
Merajut
Kegiatan merajut pernah mengisi waktu luang gue. Bermodalkan
benang wol dan jarum kait, gue bisa menciptakan sebuah syal ataupun dompet
untuk menyimpan hape. Bagi sebagian orang, kegiatan ini bisa menghasilkan uang.
Mereka bisa membuat bros, bunga ataupun boneka.
Kerajinan
dari tali
kerajinan dari tali ini, biasanya gue membuat
gelang-gelang, gantungan bunga dan gantungan kunci. Walaupun tidak terlalu
mahir, setidaknya hasil dari kerajinan ini bisa gue pakai sendiri.
Ada banyak kerajinan tangan yang bisa digunakan untuk mengisi waktu luang yang
bisa chingudeul lakukan. Selain hanya mengisi waktu luang, dan mengasah
kreatifitas kita juga bisa menghasilkan uang. Kalau layak dijual, bisa
menjadi sarana pundi-pundi keungan untuk tambahan belanja atau sekedar membeli
hal yang kita inginkan. Yok, manfaatkan waktu untuk hal-hal yang positif.
Sabtu, 25 April 2020
#CovidBukanAib
Annyeong chingudeul~
Virus Corona sudah menyebar dimana-mana. 213
negara di dunia terjangkit virus ini. Di Indonesia sendiri sudah lebih dari
7000 orang terjangkit virus corona. Dan kemaren, 24 April 2020, Wali Kota
Payakumbuh, mengumumkan pasien positif Corona pertama di Payakumbuh. Payakumbuh, kota
kecil tempat gue beraktifitas. Ternyata Corona sudah mulai melebarkan
terjangannya ke daerah kecil gue.
Haruskah
kita panik?
Kebanyakan orang-orang hanya panik dengan virus
ini tanpa melakukan anjuran-anjuran yang telah disuarakan oleh pemerintah
ataupun gugus tugas penanganan Covid-19 ini. Contohnya, melakukan cuci tangan
yang tidak sesuai prosedur cuci tangan seharusnya, alasannya, cuci tangan
minimal 20 detik, terlalu lama atau masih banyaknya orang- orang keluar rumah
tanpa ada urusan yang penting.
Yang dilakukan orang-orang sewaktu
mengetahui telah ada pasien positif Corona di Payakumbuh adalah sibuk menyebarkan
informasi ini tanpa tau informasi yang benar atau sekedar hoax. Mereka juga
menyebarkan foto dan identitas lengkap orang yang terjangkit tersebut. Mungkin maksud
mereka adalah untuk “waspada” jikalau pernah berinteraksi dengan orang
tersebut.
Dengan penyebaran informasi seperti itu, pernah
gak “para penyebar” informasi mempertimbangkan perasaan mereka yang terjangkit.
Seakan-akan mereka adalah DPO yang harus dijauhi dan di takuti.
Reaksi-reaksi yang dilakukan masyarakat terkesan
seakan-akan positif Corona adalah suatu aib yang harus di hujat dan harus
disembunyikan serta ditakuti. Padahal, dengan reaksi masyarakat yang seperti itu, bisa menyebabkan
ketakutan yang lebih dimasyarakat. Masyarakat takut untuk demam, batuk, bersin
dan memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit. Mereka malu dengan reaksi reaksi itu, yang seakan-akan, terinfeksi Corona merupakan suatu penyakit yang hina, justru hal itu bisa memperparah
penyebaran Corona itu sendiri.
Jika masyarakat yang demam atau menunjukkan gejala
Corona dan mereka menyembunyikan gejala
tersebut dan tidak memeriksakan kesehatannya, jika “ternyata” mereka positif
terjangkit Corona, dan mereka masih tetap berinteraksi dengan orang-orang
sekitar, bisa menyebabkan penularan kepada orang lain tersebut.
Menurut gue, jika ada orang yang menunjukkan
gejala Corona, segera ajak untuk memeriksakan kesehatan atau memberitahu
petugas medis yang menangani masalah ini. Jangan pandang sebelah mata atau
seakan-akan jijik melihat mereka yang bergejala seperti Corona. Berikan advice-advice dan harapan yang positif.
Tidak ada salahnya jika kita berpikiran positif, walaupun kita tidak pernah tau
bagaimana reaksi tubuh terhadap situasi ini.
Pola pikir yang berkembang dimasyarakat adalah “jika
terjangkit virus Corona, dan jika sudah diisolasi berarti itu adalah hari
terakhir kita akan bertemu dengan orang tersebut”. Padahal, pertanggal 24
April 2020, lebih dari 1000 orang telah sembuh dari serangan virus ini. Artinya,
jika terjangkit, kita bisa sembuh. Walaupun belum ada vaksin ataupun obatnya,
setidaknya dengan perawatan sebagaimana mestinya bisa menyembuhkan penyakit
ini. Dan paling penting, mohon perlindungan dari Tuhan.
Masyarakat Indonesia kebanyakan lebih fokus kepada
jumlah pasien meninggal dibandingkan dengan pasien yang sembuh. Gue akui, Indonesia
juga mempunyai pasien meninggal yang banyak. Tapi kenapa kita tidak ber-fokus
kepada suatu yang positif (sembuh) dibandingkan dengan hal negative?.
Pasien meninggal lebih cepat terhitung
dibandingkan pasien sembuh karena penyembuhan Corona ini memakan waktu yang
lebih lama bisa 10 hari, 15 hari, 20
hari bahkan lebih. Sedangkan untuk pasien meninggal, jika daya tahan kamu tidak
bisa defense sama virus ini lagi, ya.. bisa meninggal dan itu bisa 10 hari
setelah diagnosa, 5 hari atau bahkan lebih cepat dari itu.
Langkah lain yang harus kita lakukan adalah HENTIKAN
MEMBACA ATAU MENONTON INFORMASI-INFORMASI ATAU BERITA YANG SUMBERNYA TIDAK JELAS.
Karena berita-berita yang tidak ada sumber pastinya tersebut lebih toxic
daripada virus itu sendiri, dan lebih menyebabkan ketakutan dimasyarakat.
Gue, tidak terlalu memperhatikan perkembangan
berita mengenai covid-19, karena gue gak mau ikutan panik yang tidak beralasan
jika membaca atau mendengar informasi yang terkadang hanya untuk “menaikkan” rating suatu
platform.
Gue Cuma focus dengan pasien sembuh, pasien
positif, meninggal dan sudah sampai taraf mana penyebaran virus ini. Gue melakukan
physical distancing, social distancing, #dirumahaja, kalaupun gue diharuskan
untuk keluar rumah dan bertemu orang, gue pakai masker, sesampai dirumah, mandi. Dan
sebisanya gue selalu cuci tangan selayaknya. Makan yang teratur, istirahat yang
cukup. Terakhir, gue berserah diri kepada Tuhan. Selama kita telah melakukan
usaha semaksimal mungkin, terakhir adalah berserah diri. Allah knows best for
us.
Gue sangat sadar virus ini sangat berbahaya. Tapi gue
Cuma bersikap tenang dan tidak panik dari Corona attack ini. Karena dengan kita
bersikap panik dan takut justru bisa menyebabkan imunitas menurun dan mudah
untuk tertularkan. Just be aware and little bit ‘Chill, problem solve.
Corona virus disease bukan aib, jangan perlakukan
seseorang yang terjangkit virus ini seakan-akan telah melakukan suatu perbuatan
dosa. Gue yakin, gak ada 1 orang pun yang ingin terjangkit virus ini. Walaupun orang-orang
tersebut tidak melakukan anjuran-anjuran pemerintah.
“Apa
cita-cita lo?”
“Kena
corona”
Gue yakin percakapan itu gak pernah ada di
kehidupan yang serius.
Yok. Support mereka yang terjangkit virus. Jangan anggap
remeh virus, jangan anggap remeh orang terjangkit, ini bukan dosa, itu bukan aib. #CovidBukanAib

















