Kamis, 01 April 2021

I Know, I Was Wrong

Rasa yang paling sakit adalah ketika kita tidak tahu apa penyebabnya

Sometimes, i know i was wrong, but sometimes, let me with my fault, let me with my tear, let me with my thought, let me with my sadness, i don't have to stay strong, i don't have to always happy. Please, don't force me to be always happy, please remember that i am a HUMAN too. 


Can i miss you?
Can i say "deep inside my heart, there is always you" ?
Can i love you ? And hoping that you will feel the same? 
Can you love me?
Will you miss me? 
NO!!
🥺🥺🥺😭😭

Gue masih berpura-pura lupa sama sebuah moment uji adrenalin termanis yang pernah ada.  All those memories are still neatly arranged in my brain. I wanna forget it. But that's too sweet to forget. May i save that memories ?? Can you save that memories too?. Can you be that moment as the sweetest moment too?..

Can i force you to do what i want?
Can i force you to feel what i want?
Can i hug you one more time? 

Kamis, 04 Maret 2021

Menikah atau Tidak

Hallo,~

Topik ini sudah ada dibenak gue dari beberapa tahun yang lalu, tapi selalu malas untuk nulis didalam blog karena gue rasa ini gak bermanfaat sama sekali. Tapi akhir-akhir ini mulai menggangggu gue lagi, dan gue merasa gue butuh wadah untuk menuangkan apa yang ada di dalam benak gue. Gue ingin "didengarkan" tanpa harus bicara panjang lebar, gue tidak butuh disalahkan pun dibenarkan dengan opini-opini gue ini.


Menikah. Satu kata kerja penuh makna.

Kenapa gue bisa bilang penuh makna hiadalah karena kata menikah bisa diartikan menjadi sebuah kebahagiaan, kesedihan, standar, "menghakimi", stigma, dan kata-kata lain yang sama artinya dengan "Anggapan" (?). Mungkin bagi sebagian orang akan mengerti dengan maksud gue, dan sebagian lagi tidak mengerti dan lainnya bodo amat, lol

Gue yakin pada dasarnya menikah akan membawa kebahagiaan, keberkahan, rizki dan hal-hal baik lainnya selama dimulai dengan hal baik juga. Menikah bisa menyempurnakan agama kita yang terisi hanya separoh saja, menurut pencarian gue sih begitu (correct me if i am wrong). 

Menikah bisa menjadi sebuah kesedihan bagi beberapa orang, bisa jadi karena permasalahan-permasalahan yang ada dalam rumah tangga, tingkat ke tidak cocokan yang gak bisa di cocokan, ikut campurnya orang lain dalam masalah rumah tangga, dan semua-semua masalah yang mereka gak bisa bendung untuk diselesaikan.

Gue hidup di tengah masyarakat yang didominasi kaum sudah menikah, karena gue bukan usia belasan tahun lagi. is a marriage based on the age? absolutly ENGGAK. Di usia gue SMP, pernah teman satu kelas gue menikah diusia 13 atau 14 tahun. Di masa gue SMA, beberapa teman SMP gue menikah juga diusia mereka 15 atau 16 tahun. Setamat gue SMA, persis setelah kelulusan SMA, teman gue juga ada yang menikah di usia 18 atau 19 tahun. Jaman kuliah pun begitu. Tetangga gue mneikah diusia 40 tahunan. Ada orang yang berkeinginan untuk menikah diusia tertentu.

Kemudian parameter selanjutnya, berpacaran atau tidak. Punya pacar atau enggak gak menjamin seseorang untuk menikah. Ada orang yang berpacaran lama, akhirnya menikah dengan pacarnya, ada juga  yang berpacaran bertahun-tahun akhirnya menikah dengan orang lain, ada yang tidak punya pacar, berkenalan dengan orang baru akhirnya menikah, ada yang tidak punya pacar, tidak pernah bertemu akhirnya menikah, dan ada yang punya pacar dan tidak punya pacar yang belum menikah- menikah sampai sekarang.lol

Next, punya rupa yang menarik atau tidak. Ada yang berwajah menarik dan menikah, ada yang berwajah pas-pasan dan menikah, ada yang berwajah menarik atau berwajah pas-pasan yang tidak menikah. Dan ada juga yang berwajah pas-pasan yang selingkuh #EHhh.. #Hahaha

Kaya dan Miskin serta Si pas-pasan. Si Kaya ada yang menikah, Si miskin ada yang menikah si pas-pasan pun ada yang menikah. Si kaya , si miskin dan si pas-pasan pun ada yang tidak menikah.

Begitu banyak parameter yang bisa diambil premis-premisnya, tapi menurut gue Marriage is about a destiny. Lantas, dengan hanya menunggu takdir, kamu akan menikah ? ENGGAK juga, takdir pun harus diimbangi dengan usaha. Kemudian, orang yang tidak menikah tidak punya usaha? EGGAK juga, karena sekeras apapun usaha seseorang, selalu pelabuhannya adalah takdir. 

Kapan "menikah" bisa menjadi sebuah stigma, anggapan, dan "judging" ?

Gue rasa menikah bisa menjadi sebuah judging, it is when they don't know "the whole" we are (ketika mereka tidak mengenal kita secara utuh). Sometimes, people just know a very tiny part of our story, and act like they know the whole of us, and then they tell to anyone else about us without re-check the true of the story and make it as a drama as it possiible. Dan orang seperti itu sangat baaaaaanyak di dunia gue. 

Selain ditengah orang-orang yang telah menikah, gue juga dikelilingi oleh orang-orang yang belum menikah, dengan cerita yang berbeda-beda. Ada yang berusia tidak belasan lagi tapi belum menikah, ada yang mempunyai pacar tapi tidak menikah, ada yang berparas menarik tidak menikah, and all the struggle that they have. Ada beberapa orang yang sudah sangat berupaya untuk menikah tapi masih belum ditakdirkan untuk menikah. 

Menikah adalah baik dan tidak menikah belum tentu tidak baik. 

Kita gak pernah tahu usaha apa saja yang telah mereka upayakan, we never know how hard their effort to find that the other half. Stop judging, just focus on ourself, karena tiap orang punya ceritanya masing-masing, biarkan mereka menjalani bagian cerita mereka tanpa harus membandingkan satu cerita dengan cerita yang lainnya. Cerita-cerita itu bakalan punya endingnya sendiri, let God to do God's job, dan cukup percaya bahwa rencana Tuhan itu indah. God is the best writter in this universe.

Didunia ini tugas kita adalah mencari pahala sebanyak mungkin. Salah satu caranya adalah dengan bersabar, contohnya bersabar dalam Pernikahan atau bersabar menunggu pernikahan, selama tidak berbuat dosa, just live your life.

Kamis, 25 Februari 2021

Kunci Kebahagiaan Adalah Rasa Syukur

"Bisa menjadi payungmu disaat hujan cukup membuatku senang, kini hujan telah berlalu, pergilah menuju pelangimu" - Someone, 2021


Satu hal yang paling tidak berguna di dunia ini versi gue adalah “Penyesalan”. Gak ada gunanya menyesali sesuatu yang telah terjadi. Sebagai manusia yang salahnya banyak sekali, ketimbang menyesali apa yang udah gue perbuat, gue mencoba untuk mengambil hikmah positif dari hal-hal yang gue alami. Karena gue selalu berprinsip bahwa “
everything happened for a reason”, pilihan hidup di dunia ini banyak banget ditawarkan oleh Tuhan, kita bisa memilih opsi-opsi itu, tapi hasilnya tetap sesuai dengan takdir yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk hambaNya. Selama kita percaya dengan skenario Tuhan, gak satupun kekecewaan dan penyesalan yang kita rasakan.

 

Selama kita dijauhkan dari kata kecewa dan penyesalan, disitulah kita akan merasakan yang namanya kebahagiaan. Tiap orang akan mempunyai skala kebahagiaan yang sangat beragam. Gue, sebagai seorang yang receh, skala kebahagiaan gue juga receh, gue bisa bahagia hanya karena hal-hal yang di anggap orang lain receh, contohnya dapetin judul lagu yang gue gak tau liriknya cuma tau bagian nanananana yang nadanya tergiang di telinga gue. Bagi sebagian orang, punya berbagai harta benda adalah kebahagiaan, sebagian lagi menganggap kebahagiaannya ketika banyak orang menyukainya, sebagian lagi menganggap menikah adalah kebahagiaan, atau sebagian lagi mempunyai anak adalah sebuah kebagiaan. Random memang. Tiap skala yang tercipta hanya mereka yang memahami kenapa skala itu terlahir.

 

Sebagai seorang yang tidak punya ambisi yang sangat terambisi, sebagai seorang yang mempunyai ekspektasi yang terlalu rendah terhadap sesuatu, gue mempunyai skala kebahagiaan yang menurut gue juga cetek. Intinya, kebahagiaan versi gue adalah ketika gue bisa bersyukur terhadap sesuatu, baik pengalaman baik ataupun pengalaman buruk yang pernah gue alami, karena balik lagi, everything happened for a reason.

 

Walaupun gue mencoba untuk tidak menyesali apapun pilihan ataupun jalan hidup yang gue tempuh, gue tetap manusia biasa, kadang masih ada penyesalan yang menghampiri pikiran gue, gue bisa stress, gue bisa frustasi, gue merasa useless sebagai manusia. Tapi gue selalu mencoba untuk meminimalisir hal itu supaya gak berlarut-larut. Salah satu cara yang gue lakukan adalah dengan mengingat hal-hal baik yang pernah gue alami dihari itu. Kadang gue bingung sendiri memikirkan hal baik apa yang gue rasakan di hari terfrustasi gue, biasanya ketika this life too suffocated me, gue memutar lagu di handphone gue, dengan headphone di telinga gue dengan volume maksimal sehingga gak ada satu orangpun yang bakalan mengganggu pikiran gue, disana gue cuma fokus sama diri sendiri, dan akhir-akhir ini, gue lebih sering mendengarkan tilawah dari youtube karena itu lebih menenangkan, ternyata.

 


look at my eyes, there is a big hope in there


Basically gue bukan orang yang terlalu religius di agama gue, tapi gue mencoba untuk berbuat yang lebih baik, belajar menjadi manusia yang lebih baik karena gue sadar, sangat banyak kesalahan dimasa lalu, masa sekarang dan masa depan yang gue perbuat. Gue benar-benar adalah manusia biasa yang terkadang membenarkan apa yang salah menjadi benar agar gue terlihat benar.  Ketika gue mendengarkan tilawah, gue tau hal apa yang patut gue syukuri, gue masih bisa bernafas, gue masih bisa belajar memperbaiki kesalahan yang pernah gue lakukan, masih ada hari esok, semoga tidak se-mencekik hari ini.


 

Tanpa gue sadari, sekarang udah bulan Februari ditahun 2021, artinya tinggal sepuluh bulan lagi, dan 2021 akan segera pamit. Kata orang-orang Februari adalah bulan kasih sayang, I don’t know why Karena pada dasarnya berkasih sayang bisa dilakukan dibulan apa saja, bisa kapanpun. Ada beberapa hal baik yang gue alami di bulan ini, tidak se-mencekik seperti beberapa bulan belakangan. Gue rangkum menjadi top 3 hal yang gue syukuri di bulan Februari ini.

 

1. Jalan-jalan ke pantai

Terkadang hidup cukup dijalani saja, tanpa harus berpikir keras

Gue anak gunung, gue memilih dan lebih betah untuk hidup didaerah pegunungan dibandingkan dengan laut, karena gue gak bisa berenang dan ketika melihat air yang sangat banyak seperti hamparan laut gue merasa takut karena keseringan melihat tayangan-tayangan tsunami, Karena balik lagi, gue gak bisa berenang sehingga menciptakan trauma tersendiri bagi gue ketika bermain di pinggir laut atau pantai. Tapi bulan ini adalah salah satu achievement terbesar gue sebagai anak gunung, gue main ke laut. Hahaha


Cerita gue ke pantai, bakalan gue pisah menjadi beberapa part. So, be patient to wait them, okay? 🤣🤣

Air, Laut, Gunung, Langit dan Kenangan

Main ke daerah pantai bukan yang pertama kali pastinya, tapi pengalaman menyeberang dan bermain berbagai wahana yang mereka sediakan seperti banana boat, doughnut boat dan snorkeling adalah pengalaman pertama bagi gue. Biasanya pantai hanya tempat gue untuk menikmati langit jingga di sore hari sembari menunggu matahari terbenam. Ternyata, laut gak cuma untuk menikmati sunset ataupun sunrise.

Langit, Senja, Jingga dan Cinta

2. Memulai bisnis baru

turn your body back, then the reflection will follow you


Gue mencoba menjalankan sebuah bisnis online dibidang fashion (namanya keren ya, hahaha). Gue mencoba untuk menyetok beberapa jenis pakaian yang akan gue jual kembali dengan memanfaatkan beberapa reseller dan menjualnya sendiri di marketplace dan juga media social lainnya. Gue memulai bisnis ini karena gue ingin punya kegiatan lain selain hanya kerja di tempat kerja inti gue, ingin mendapatkan pendapatan tambahan karena akhir-akhir ini gue sering jalan-jalan dan membutuhkan biaya ekstra yang gak bisa cukup hanya di cover sama pendapatan inti gue. Gue galau dan butuh traveling, wkwkwkwk

 

Gue cukup ragu menjalankan bisnis ini karena bakat dagang gue sangat minim, jiwa marketing gue minus, gue gak suka basa basi, dan gue gak suka ditolak, hahaha.. tapi, gue paham bahwa “we never know until we try It”, akhirnya dengan prinsip itu, gue mulai menjalankannya dengan modal yang seadanya.

 

Sebagai pebisnis pemula, ada banyak struggle yang menurut gue adalah hal yang besar. Mulai dari modal, pemilihan supplier, customer yang beragam jenis hingga ke etika bisnis. Untuk pemilihan supplier, lumayan bikin ribet karena dilema di ongkos kirim ke daerah gue, cukup memakan biaya yang lumayan tinggi, oleh karena itu gue dituntut untuk mendapatkan barang yang lumayan murah dibandingkan dengan rata-rata yang ada didaerah gue, sehingga bisa menekan ongkos kirim ke daerah.

 

Sebagai penganut ilmu ekonomi, kita memang dituntut ketika berbelanja sebaiknya mendapatkan harga yang semurah mungkin dengan kualitas yang maksimal. Biasanya, masyarakat kita bakalan menggunakan jurus “mencari sesuatu yang gak ada” untuk menolak akad jual beli. Bagi gue yang anti basa-basi, cukup bikin gue kesal karena tingkah customer yang seperti itu. Dan banyak tingkah customer lainnya yang annoyed me so much. Dari bisnis ini, gue juga belajar bahwa, orang lain punya watak yang beragam jenis,  gak bisa di samakan dengan apa yang kita pikirkan, lebih belajar buat paham orang lain aja.

 

Besar harapan gue, supaya usaha ini bisa berkembang, karena setidaknya bisa memberikan kegiatan tambahan bagi gue dan juga orang lain dan biaya keinginan random gue.

 

3. “Kadang badai datang untuk membersihkan jalan kita”

gue selalu percaya, akan ada pelangi setelah hujan (kalau ada sinar matahari setelahnya)


Tidak semua badai itu akan menghancurkan hidup kita, kadang badai juga untuk membersihkan jalan kita agar jalan-jalan yang sebelumnya penuh rintangan, jadi jelas sehingga  memudahkan kita untuk menapak. Masalah-masalah yang kita alami terkadang seakan-akan seperti badai yang siap menghancurkan segalanya, termasuk harapan. Gue juga pernah
 mengalami serangan badai ini, yang membuat gue kehilangan harapan. Kejadian ini terjadi beberapa bulan yang lalu, dengan adanya kejadian terfrustasi itu membuat gue selalu besyukur setiap detiknya, menit, jam, hari, minggu, dan bahkan setiap bulannya. Ternyata, masih banyak orang yang peduli dengan gue dan hidup gue. Mereka gak pernah membiarkan gue "terjebak" sendirian. (Terima kasih orang-orang baik #Terharu #AkuTuh )

 

Kejadian ini cukup membuat gue frustasi. Setiap orang pasti pernah mengalami heartbreak atau heartbroken, bukan hancur-hati secara jasmani, tapi hancur-hati secara rohani atau batin. Menurut gue, heartbroken adalah suatu kejadian yang paling parah yang bisa dialami seseorang karena ini menyangkut saraf-saraf dan segala elemen yang ada di dalam tubuh.

 

Kejadian ini memang sudah terjadi beberapa bulan yang lalu, tapi bekas lukanya masih ada, yang terkadang masih menga-nga.#halaah. Tapi gue yakin, gue sudah baik-baik saja.

Pernah gak, menyukai dan mengagumi seseorang yang kamu anggap teman tapi tanpa disadari kamu berharap lebih terhadap teman itu, but he has someone that he care with and he will getting a commitment with that person ??? Hhmm.. kalau belum pernah mengalaminya, let me tell you something,, It was SUCK.

 

Gue adalah tipikal orang yang akan lari dari masalah di awal, sampai akhirnya gue bisa berpikir jernih supaya bisa mengambil tindakan yang benar. Gue lebih suka introspeksi diri sendirian ketimbang meminta saran kepada orang lain, dan gue juga bukan orang yang akan spontan bercerita begitu saja ketika ada masalah, gue suka bercerita tapi cerita yang bisa gue ceritakan tergantung kepada jenis circle di dalam hidup gue.

 

happiness is not a given, it is made

Heartbroken ini menyebabkan gue tidak ingin mengingat hal-hal yang berhubungan dengan dia, bukan karena gue membencinya tapi karena segala sesuatu yang melibatkan dia adalah hal-hal manis yang pernah gue lalui, dan ketika mengingat hal itu, gue frustasi, ingin melarikan diri lebih jauh lagi, benar kata salah satu blogger yang pernah gue baca, kalau “ traveling dan galau gak bisa dipisahkan”, gue sangat setuju.

Maukah Kamu menggenggam tanganku ?


Balik lagi ke cerita dia, Gue kagum dengan cara berpikirnya karena terkadang ada beberapa bagian dari cara berpikir dia yang juga gue pikirkan, gue berasa dibenarkan. Walaupun kadang, jalan pikirannya selalu berseberangan dengan orang lain. Ada banyak hal yang gue teladani dari dia, tapi sudahlah, mungkin berteman saja sudah cukup, tanpa harus berharap lebih. Dia selalu ada dalam doa gue, tapi gue yakin ada orang lain yang lebih bersungguh-sungguh untuk mendoakannya. Atau dia berdoa agar didekat dengan orang yang terbaik untuk dia menurut Tuhan dan gue yakin, gue bukan orang yang terbaik untuk dia, gue belum pantas.

see you when I see you, Sunset


Harapan itu sama halnya dengan matahari, satu hari ia bisa terbenam, tapi esok pasti akan terbit kembali, kecuali dunia ini berhenti berputar, jadi jangan pernah berhenti berharap selama dunia ini masih berputar.

 

Tidak hanya hal baik yang patut untuk disyukuri didalam hidup ini, terkadang sesuatu yang kita anggap buruk, juga dapat memberikan pelajaran dalam hidup kita. Hal buruk itu juga patut disyukuri karena apa yang kita anggap baik belum tentu baik di mata Tuhan, dan apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk dimata Tuhan. Semoga kita menjadi orang yang selalu bersyukur karena bersyukur adalah salah satu kunci dari kebahagiaan.

 

 

 

 



Selasa, 09 Februari 2021

Danau Maninjau Empat Masa

 

Pemandangan pagi di Danau Maninjau

Danau Maninjau adalah salah satu danau yang terdapat di Sumatera Barat. Beralamat di Kecamatan Tanjung raya, Kabupaten Agam. Danau ini terkenal karena keindahan alamnya dan juga terkenal dengan hasil danau yang bisa di olah menjadi berbagai macam makanan.

Menurut Wikipedia, Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang berada di ketinggian 451,60 meter di atas permukaan laut. Danau Maninjau merupakan sebuah kaldera dari letusan besar gunung api yang menghamburkan kurang lebih 220-250 km3  material piroklastik. Kaldera tersebut terbentuk karena letusan gunung api strato komposit yang berkembang di zona tektonik sistem Sesar Besar Sumatra yang bernama gunung Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Kaldera Maninjau (34,5 km x 12 km) ditempati oleh sebuah danau yang berukuran 8 km x 16,5 km (132 km2).

Bahasa di blog ini bisa menggunakan bahasa jurnalistik, kan?. Haha..dan ternyata untuk bikin kalimat yang baku dan gak se-enak hati itu ribet yak?. Gue gak mau bahas Danau Maninjau in general sejujurnya, karena I don’t believe that I ever came to Danau Maninjau before yang pure untuk liburan di tempat wisatanya, mungkin dulu pernah pas jaman gue masih terlalu kecil untuk mengenal kata cinta dari orang lain, huuekk, haha. That’s mean, sudah gak bisa gue ceritakan. kan ya?

 

Disekitaran danau maninjau, banyak sekali menyediakan tempat penginapan semacam hotel, wisma ataupun homestay. Salah satunya adalah Hotel Maninjau Indah. Beralamatkan di Jalan Telaga Biru No. 1, Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Untuk alamat hotel ini sangat mudah untuk menemukannya di berbagai platform karena Hotel ini merupakan salah satu hotel yang cukup terkenal di daerah Maninjau.

 


Dari Payakumbuh, kami berangkat siang hari karena memang bertujuan hanya untuk menginap dimalam harinya sehingga terasa fit keesokan harinya, karena kami akan menjelajahi sebagian kabupaten agam. Kami juga perlu melewati daerah Bukittinggi kemudian jalan-jalan yang di-guide-in oleh google maps, sorry, gue ketiduran, hahaha. Sampai akhirnya kami melewati Kelok 44, salah satu jalan yang juga terkenal di Sumatera Barat. Dinamakan Kelok 44 dikarenakan, jumlah belokan tajam yang ada dijalan tersebut berjumlah 44 buah. Disepanjang jalan ada plang-plang penanda kelok-kelok yang telah di lalui. Jika melewati bukittinggi, chingudeul bakalan bertemu di kelok ke-44 terlebih dahulu sampai akhirnya sampai ke kelok ke-1. Dan dari bukittinggi itu akan terasa seperti menuruni jalan yang begitu panjang.

 

Terdapat cara unik dijalan ini. Bagi mereka-mereka yang menggunakan jalan ini dari kelok ke-1, yang artinya mereka harus nanjak, setiap kelok yang akan di lalui mereka harus menggunakan klakson kendaraan mereka, menandakan “ada orang yang bakal lewat”, dan pengguna jalan di kelok ke-1 harus diutamakan dan pengguna jalan di kelok ke-44 harus bersabar. Mungkin nanjak lebih susah dibandingkan dengan menurun. (how difficult to write this paragraph, gue tau gue mau nulis apa tapi gue bingung menterjemahkannya kedalam bahasa yang bisa dipahami oleh orang lain. Teman-teman bisa paham apa enggak, I do not care, karena I’ve trying to make you understand, sorry, gue egois).

 

Si pemoto yang suka di Photo

Sesampainya dihotel, kita bisa langsung mengenal ke khasan dari sumatera barat karena bangunan ini mempunyai atap khas Minangkabau, guess what is it name?, namanya “gonjong”. Bangunan ini sedikit tampak seperti bangunan tua, in my opinion. Gue pesan kamar yang dekat dengan kolam renang, dan selain view kolam renang, gue juga mendapatkan view Danau Maninjau. Di dalam kamar hotel, gue mendapatkan fasilitas seperti AC, TV, shower yang ada air panasnya lol, hahaha dan mungkin itu aja, wifi? Gue gak nge-check.

 

Di kawasan hotel ini juga terdapat sebuah resto yang bisa dinikmati juga oleh orang-orang selain penghuni hotel, namanya Palanta Abo. Kita bisa memesan berbagai macam menu makanan disini, salah satu menu yang gue pesan adalah samosa dan milkshake strawberry yang kami nikmati ber-tiga. Untuk harganya sendiri, menurut gue yang biasa beli gorengan seribuan, ini lumayan pricey. Tapi untuk chingudeul yang pengen menikmati sensasi makan dihotel, resto ini bisa di coba.

 

Sore Hari di Danau Maninjau

4 waktu yang bisa gue nikmati di hotel ini, mulai dari sore, malam, pagi dan siang hari. Dan favourite gue adalah pagi hari. 




Langit sangat indah ketika pagi hari, gue bisa lihat beberapa gradient warna langit yang menakjubkan. Gue juga bangun pagi demi untuk menikmati pagi yang indah ini. But honestly, gue gak bisa tidur karena basically gue gak bisa tidur ditempat baru, bukan bermaksud menjadi anak manja, Cuma I just can’t.

 


Siang hari di daerah ini juga gak kalah indahnya, jika beruntung chingudeul bakal disuguhkan sama pemandangan langit dan danau yang saling memamerkan kemegahannya masing-masing. Betapa indahnya danau, langit, dan awan-awan kecil yang bergelantungan di antara langit dan juga danau.


terakhir adalah pemandangan sore ke malam hari. Tapi sayangnya untuk malam hari, gue gak sempat mengambil gambar, karena gelap banget, karena di sekitaran danau dari tengah ke ujung memang tidak ada penerangan sama sekali. 

Pemandangan sore ke malam di Palanta Abo


Menunggu dan Ditunggu adalah sama-sama sebuah pilihan. Tidak ada salah dan benar. Sama-sama butuh kesabaran dan perjuangan. 

Kamu tim "Menunggu" atau " Ditunggu" ?


Sabtu, 30 Januari 2021

Aur Serumpun, Wisata Ilalang (?)

 


I don’t know what things that I am doing right now actually, haha.. yang pasti gue sekarang sedang duduk di sebuah resto fastfood di Indonesia dengan keadaan resto antara udah buka atau belum, tapi yang pasti udah ada tulisan “Open” di pintunya. Gue berdua sama kakak-kakak yang jagain tokonya. But I am okay with that, karena gue memang mencari tempat yang nobody can disturb me, nobody would care with me.

 

Oh iyaa., gue disini memesan satu menu makanan dan berencana duduk berlama-lama untuk memanfaatkan koneksi internet dan fasilitas tempat duduk, meja dan colokan yang ada dan earphone in my ear with my favourite musics. My happiness is simple as this.



Gue gak mau bahas gue ngapain sendirian sih, okay.. lets begin the true things.

Bahas jalan-jalan lagi yok,.

 

Beberapa waktu yang lalu gue di ajakin untuk ke sebuah tempat yang memang gue pengen dari lama. Gue dikabarin jam setengah 9, dan setengah 10 gue udah kumpul bareng teman-teman gue. Dalam waktu se-jam gue bisa mandi, beresin tempat tidur, setrika baju yang mau gue pake, berbenah penampilan dan hal-hal lainnya yang harus gue lakuin ketika mau bepergian. #AmazingGue

 

Berangkat dari Payakumbuh sekitar jam 10an karena suatu dan lain hal. Jarak tempuh menurut Google ke daerah itu adalah 1 jam 42 menit dengan jarak tempuh 53 km. itu prediksi ya, kenyataannya ? yok kita bahas. Hahaha

 

Tempat ini bernama Aur Serumpun, berlokasi di III Koto, Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Bermodalkan Google maps dan insting seorang teman akhirnya gue menjejakkan kaki didaerah ini, walaupun perjuangannya lumayan ada. Hihi.

 

Dari Kota Payakumbuh kami melewati jalan lintas menuju Tanah Datar, jalan di daerah ini lumayan sempit jika dikatakan sebagai jalan lintas, kemudian jalannya lumayan berlubang di beberapa tempat.  Beberapa kali motor gue masuk lubang dan beruntungnya, I was Okay.

 

Belum afdol rasanya jalan-jalan tanpa kata “nyasar”, dan inilah salah satu effort kami ke daerah ini. Motor kami sempat berasap dan gak sanggup buat nanjak karena jalanan yang begitu sulit untuk dilalui oleh motor matic kecil kami. Beruntungnya, kami juga ditemani oleh 2 lelaki tangguh yang bersedia mendorong motor dan juga mengendarai motor kami di jalan tersebut.

 

thank you

Dengan perjuangan motor yang hampir berasap, hampir jatuh, jalan kaki dan akhirnya kami baru menyadari kalau jalan itu adalah jalan yang salah. Walaupun salah jalan, kami gak nyerah karena kami sudah disuguhkan pemandangan yang indah. Dari kejauhan kami sudah bisa memandangi  hamparan danau singkarak dari ketinggian. Kebayang gak sih, lo bisa lihat danau 1 hamparan dari ujung ke ujung. It’s amazing. 



Pelajaran yang bisa kita ambil adalah bepergian kemana pun, manfaatkan Google maps, jangan lupa pepatah “malu bertanya sesat dijalan”, pepatah ini masih bisa banget di pake, karena Cuma memanfaatkan Google maps, kadang ada yang salah. I don’t know how.

 Setelah menyadari kesalahan kami, akhirnya teman gue berinisiatif untuk bertanya kepada warga setempat , putar arah dan akhirnya sampai ke jalan yang sebenarnya. Dan di jalan menuju Aur Serumpun ini, guess what had we found?? Pemandangan indah lagi


lembah, gunung, langit biru dan kamu. Perfect

Gue sangat cinta sama pemandangan ini. Dengan keluar rumah, kita bisa melihat betapa indahnya Tuhan menciptakan sesuatu. Gue berasa lebih tinggi dari gunung, tapi masih ada langit yang lebih tinggi dan juga ada gunung-gunung lain yang lebih tinggi dari gue. Thank's God, karena gue masih bisa menggunakan nikmat melihat ciptaan engkau. Gih keluar rumah (PSBB inget), ada banyak hal yang bisa kita syukuri dengan ciptaan Tuhan. 

Kadang suka malu sendiri ketika ingin menyerah terhadap hidup gue, Tuhan gak butuh kita hidup didunia ini. Yang butuh itu adalah diri kita sendiri, untuk mencari keberkahan dari Tuhan, mencari ridhonya Tuhan, mencari sebanyak-banyakan pahala supaya nantinya diberikan tempat yang paling baik disisi-Nya. Dunianya Tuhan aja sebegitu indahnya, gak bisa bayangin dih Surganya Tuhan kayak gimana. Semoga kita semua senantiasa bisa bersyukur terhadap apapun, dan mendapatkan Surganya Tuhan kelak.

Gue udah kayak anak pengajian belum? hehehe (Let's continue the story)

Jalan kita gak sampai disini aja, untuk mencapai Aur Serumpun kita masih harus melewati jalan tanah dan sedikit bebatuan, tapi masih bisa di lewati oleh motor matic kecil, don’t worry about that. Sesampainya dilokasi, kita disuguhkan hamparan tanah lapang  yang mungkin dijadikan sebagai tempat untuk camping, kumpul-kumpul,outbond dan something like that.

 

And do you know where this view ?


pose "bunuh diri" adalah salah satu favorite gue

Kamu harus jalan menuju pinggir lapangan dan pemandangan ini ada di mata kamu. Kami sampai dilokasi ini jam 12 an siang, can you feel how hot the weather is ? tapi, plus nya adalah gue bisa melihat dengan jelas hamparan danau singkarak dari kejauhan karena cuaca yang begitu bersahabat. Yang paling gue suka adalah pemandangan awan-awan yang seakan-akan bergelantungan di atas danau.

 

Gue yakin pemandangan pagi didaerah ini juga sangat menarik.

 

Spot hype di tempat ini adalah berfoto bersama ilalang dengan background Danau Singkarak dari ketinggian. Ilalang aja di ajak foto bagus banget, apalagi ada gue-nya, apalagi foto bareng kamu, berasa lagi foto Pre-wed atau Post-wed gak sih?

 

rumput (?)



pek-a-boo

Hamparan ilalang-ilalang berada sedikit dibawah dari tanah lapang tadi (?), kita seakan-akan menuruni bukit, ini bukan jalan yang jelek kok, sudah disediakan tangga-tangga untuk menuruni bukit tersebut. Cuaca panas, tanah lapang, menuruni bukit, effort yang luar biasa untuk menghasilkan foto yang instagrammable. Dan akhirnya, gue Cuma post 1 buah foto didaerah ini, karena gue gak mau nyampah  di beranda instagram orang lain. Effort gue berasa sia-sia, so I decided to make this post, supaya foto-foto gue punya wadahnya sendiri. Gue bisa mamerin keindahan alam di sisi Tanah Datar kepada warga internet diluaran sana. Gue suka pamer, btw. hahaha

rumah abang arah mana sih bang?
kalau abang gak nyariin adek, adek bakalan nyariin abang, EEAAAAAA 




ini adalah view dari sisi lainnya. masih di satu kawasan. Disisi ini kamu bisa menemukan spot foto sepeda bergelantungan dan rumah-rumah pohon di ketinggian, tetap, backgroundnya adalah Danau Singkarak.

NAh LOO.. hahaha






Selasa, 05 Januari 2021

2020 At a Glance, Pelajaran Hidup

 

Annyeong chingudeul~~~

 

Selamat tahun baru 2021 semuanyaaa.

Gue yang masih gini-gini aja, masih banyak hal yang belum gue capai, masih banyak hal yang gue gak tau gue mau apa, masih mencari apa yang gue cari, masih gak tau gue maunya nyari apa. hufft...Time flies so fast, atau mungkin gue yang gak bisa memanfaatkan waktu dengan maksimal dan baik. Tahun-tahun yang udah berlalu kayak gak ada artinya sama sekali, atau mungkin gue yang gak bisa mengingat hal baik yang udah gue alami. Gue yakin pasti ada hal baik dalam setiap kejadian yang pernah kita alami. Disatu sisi gue bisa mengambil hal baik itu dan disisi lain gue menganggap semuanya adalah buruk. Wahai gue, sadarlaahh.

 

Gue cinta memoto dan dipoto


Flashback ke tahun sebelumnya, 2020, yang baru aja kita tinggalin 5 hari yang lalu. Ada banyak hal-hal ajaib yang gue laluin, frustated, stressful, sometimes  i am getting the happiness and sadness in the same time. Kadang ada hal yang sesui dengan rencana gue, kadang lebih baik dari apa yang gue banyangkan dan kadang buruk dari apa yang gue rencanakan (in my ego point of view, pastinya).

 

Akhir- akhir ini gue lebih sering merasakan rollercoster-nya kehidupan. Ups and down dan yang pasti semuanya menegangkan. Awal tahun 2020, di Januari gue masih bisa jalan-jalan dan melakukan aktifitas biasa sebagaimana mestinya, masih bisa kerja, masih bisa nongkrong, dan yang paling gue inget adalah belajar buat persiapan ujian CPNS 2019. Hampir tiap hari gue belajar bersama teman-teman lainnya dan kadang sampai malam hari. Dan gue masih bingung sampai sekarang, gue 100% belajar atau 100% berkamuflase belajar karena gue belajar gak sendirian?? Lemme think for a while ~~ (oke, mungkin gue berkamuflase dengan belajar, karena pada dasarnya gue gak bisa belajar berjamaah, karena gue bakalan ngajarin orang lain dan gue Cuma bisa ngajarin apa yang udah ada dalam otak gue, gak ada tambahan lainnya. Maafkan keegoisan hati, otak !!!--__-- )

Gue cinta langit

Gue cinta hujan yang tenang

 

Di bulan februari gue ujian CPNS untuk ke empat kalinya. Hasilnya, gue masih belum bisa mendapatkan nilai yang maksimal. Ada banyak hal yang membuat konsentrasi gue terganggu sewaktu ujian, karena gue telat datang, dan i didn’t know, what happened with me at that time, yang pasti ada semacam pressure yang gue rasakan dan itu membebani gue. Untuk passing gradenya gue bisa capai, dan pada akhirnya gue kalah poin untuk bisa ikutan SKB. Kadang gue merasa frustasi buat ikut CPNS, tapi gue baru gagal 4 kali, mungkin gue terlalu lemah kalau harus merelakan status PNS kalau mundur saat ini. Huuftt... be tough gue..

 

Maret, berkenalan dengan orang baru. Nongkrong, kerja dan siklus-siklus ini yang gue alami secara berulang. Dan pada akhirnya, covid19 menyerang. Ada beberapa artikel yang gue tulis tentang covid ini. Dan sekarang, gue udah malas buat bahas karena too suffocated for us, i think.

 

Di bulan ramadhan tahun ini, gue isi dengan dirumah aja, tanpa adanya buka bersama, jalan-jalan sore buat ngabuburit, tanpa adanya taraweh di mesjid juga. Dari sudut pandang gue yang sekarang, mungkin lebih baik seperti ini karena gue yakin mungkin gue bakalan buka puasa diluar separoh bulan ramadhan karena gue dibulan itu lebih memilih bersama teman-teman dibandingkan dengan siapapun. I wanna regret it, tapi kayaknya gak ada gunanya. Ah Sudahlah.

 

Lebaran tahun ini pun hampa banget karena selain gue gak kemana-mana, sanak saudara guepun gak ada yang pulang kampung karena si covid ini. Libur nasionalpun gak ada, Cuma ada di hari lebaran itu aja. Sehari setelah lebaran, gue ngantor, nongkrong lagi, kerja lagi.

 

Sejak akhir Juni, kerjaan gue kembali normal lagi, gue rajin lagi ngantor. Di bulan agustus gue diseperempet motor, gue gak tau kenapa kajadian itu ada, karena kejadian itu sangat cepat dan diluar nalar gue dah, namanya juga kecelakaan kan? Dan gue baik-baik saja, Hamdallah.

 

O iya.. di bulan Juni gue juga beli sepeda baru. Hal positif dari covid adalah menjamurnya pengendara sepeda di pagi dan sore hari karena orang-orang pengen hidup sehat. Gue bertemu orang-orang baru karena adanya sepeda ini, kayak ada club nya gitu tapi kami gak terlalu banyak orang. Ada banyak tempat-tempat baru yang gue kunjungi, ada hal-hal menarik yang gue rasakan dan tentang sepeda ini bakalan gue ceritain terpisah, karena menarik bagi gue.

 

New experience, new friend,  new achievement

Banyak pengalaman baru juga yang gue rasakan tahun ini, gue melukis, gue mulai nulis lagi. 

Gue cinta melukis,  ternyata


Untuk pertama kalinya gue naik motor trail (dibonceng pastinya) dan melewati jalan yang bukan aspal dan merasakan sensasi menuju sebuah desa yang jalannya sangat buruk. Uji adrenalin sekali tapi gue merasa tenang.

Preciuos moment



Gue cinta dia, Ehhh  (Hhmm,  bukan bukan,  apa yaa.. . Hmm...  Gue cinta uji andrenalin,  udah,  itu aja)



Dan yang gak boleh ketinggalan adalah patah hati, hahahahaha.... dasar gue. Ada perasaan baru yang release ditubuh gue tahun ini, gue bisa merasakan bahagia dan sedih dalam satu waktu. Ada perasaan melegakan dan juga ada perasaan yang membebani gue, ada rasa takut. Gue juga berusaha menjadi lebih baik untuk mengimpress seseorang yang bahkan tidak menganggap gue sebagai teman. Gue pernah nangis sesegukan dipagi hari setelah bangun tidur, parah sekali.  Oke oke.. kalau ini dilanjutin bakalan makin panjang curhatan colongan gue, dan gue gak mau nangis lagi gara-gara mengingat momen-momen itu yang berarti Cuma bagi gue. Hahaha

 

Ada banyak hal yang gue pelajari dari tahun ini, selalu ada hal baik dalam setiap kejadian yang kita alami because everything happened for a reason, kemudian hal yang gue yakini adalah Tuhan itu dekat, Dia selalu ada disetiap apapun kondisi kita. Gue pernah berdoa, tapi gue gak bakalan ceritain doa tentang apa, tapi yang pasti, gue yakin doa gue terkabulkan. Walaupun pada akhirnya, hingga saat ini gue masih terpuruk, sedih, patah hati,  gak ada semangat hidup, masih memikirkan hal itu tapi setidaknya saat ini melegakan, kayak di berikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan abstrak gue, jawaban dari apa yang gue cari tahu selama ini. Not all stroms come to distrupt your life, sometimes it comes to clear your path. Bagaimanapun kondisi kita, sebaik atau buruknya yang dirasakan, jangan lupa Tuhan, Tuhan gak bakal lupa kita. Selanjutnya yang gue pelajari adalah QS 2 : 186, QS 2 : 286, QS 94 : 7-8

 

 

And the last, i just wanna tell you that,  there is a hug for letting go. I just saying. Hahaha

 

Gue cinta foto tanpa ekspresi 


Gak afdol rasanya kalau gue gak nulis resolusi gue untuk 2021, ya kan?

Resolusi gue adalah 2021 gak ada lagi air mata hanya karena diperlakukan baik oleh orang lain, diperlakukan baik belum tentu kamu istimewa, gak ada lagi kesalahpahaman antara otak dan hati, 2021 semangat nyari duit.

 

 

 

\\hahaha

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.

Comment

 
Gaeguri Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template