Selasa, 31 Juli 2018

Padang Mengatas, NewZealandnya Indonesia


Annyeong chinguduel~~

Ada yang pernah ke New Zealand gak? Itu lho tempat yang terkenal dengan pemandangan rerumputan hijau yang sangat luas dan dihuni oleh banyak sapi, domba, kambing atau sejenisnya.

source : google

Pemandangan seperti new Zealand ini juga bisa dijumpai di Indonesia, sekelompok sapi dan hamparan rumput hijau ini berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Jl. Padang Mengatas, Mungo, Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat, kira kira 12 km dari Kota Payakumbuh.


Kawasan ini disebut “Padang Mangateh” oleh warga setempat. Karena keindahan padang rumputnya, gak heran tempat ini disamakan dengan padang rumput yang ada di New Zealand (walaupun banyak perbedaannya). Lokasi ini adalah milik pemerintah dibawah naungan Kementerian Pertanian RI. Sebuah lokasi yang dikhususkan untuk peternakan yang diberi nama dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT).






BPTU-HPT Padang Mengatas merupakan station peternakan yang didirikan oleh Hindia Belanda pada tahun 1916 dengan ternak kuda. Karena disebabkan beberapa hal, beberapa tahun kemudian kawasan ini berganti menjadi kawasan peternakan sapi. Kawasan ini merupakan kawasan peternakan terbesar se-Asia Tenggara. Menurut informasi yang gaeguri peroleh, kawasan ini mempunyai luas lahan sebesar kurang lebih 240 Ha yang mampu menampung ternak sapi sampai 2.000 ekor.






Waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat ini adalah pagi atau sore hari, karena kalau chingudeul tiba disana saat matahari berada di puncak langit (siang hari), bakalan panas banget walaupun sebenarnya kawasan ini sangat sejuk dan asri karena dipenuhi oleh rerumputan dan beberapa pepohonan. Kawasan ini bakalan semakin indah jika cuaca bagus dan langit biru tanpa awan (lebih berasa kayak di New Zealand, kayak pernah ke New Zealand aja yaa)


Disekeliling padang rumput, kita juga bisa menikmati pemandangan perbukitan dan pemandangan kota Payakumbuh dan Lima Puluh Kota dari kejauhan. Banyak spot foto yang instagramable juga, gak heran sih kawasan ini juga dijadikan sebagai tempat untuk melakukan foto Pre-Wedding.



Kabar buruknya adalah di tahun 2016 (kalo gak salah), kawasan ini sempat ditutup oleh aparat setempat karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Saking fenomenalnya tempat ini waktu itu, banyak masyarakat yang berdatangan bahkan masyarakat di luar Sumatera Barat. Mereka-mereka yang berkunjung tidak memperhatikan kebersihan kawasan ini, buang sampah sembarang dan memberi makan sapi-sapi disana. Hal ini menyebabkan sapi-sapi banyak yang sakit, padang rumput menjadi kumuh sehingga untuk menjaga kesehatan sapi-sapi tersebut, aparat tersebut melarang kunjungan ke kawasan ini kecuali untuk urusan yang bersifat kedinasan. Sampai sekarangpun izin untuk memasuki kawasan inipun di perketat, tapi bukan berarti semua pengunjung dilarang.



Bagi yang ingin melihat keindahan alam kawasan ini, harus melakukan prosedur perizinan seperti mengirimkan surat ke pihak yang bertanggung jawab atau dengan cara pendaftaran secara online. Kunjungan ini bisa bersifat kedinasan, untuk magang, untuk keperluan edukasi (kalo chingudeul pengen belajar cara beternak sapi dengan baik dan benar) atau keperluan lainnya. Berdasarkan laman situ “bptupadangmengatas.com”, Cara untuk pendaftaran online kunjungan ke kawasan ini adalah :
1. Mendaftar secara online
2. Pengisian formulir dilakukan minimal 2 hari sebelum kunjungan
3. Untuk pendaftaran secara online, pada saat datang ke BPTUHPT Padang Mengatas harus membawa tanda bukti penerimaan (print out)
4. Membawa surat pengantar dari instansi/ lembaga yang mengirim (kalo bersifat kedinasan, magang)
5. Kunjungan bersifat kedinasan/ dibawah arahan dinas/ lembaga/ instansi dengan materi edukasi peternakan
6. Bersedia mengikuti semua peraturan dan disiplin di BPTUHPT Padang Mengatas
7. Kunjungan dilaksanakan pada hari kerja dan pada jam kerja
8. Kunjungan dilaksanakan setelah adanya informasi resmi dari BPTUHPT Padang Mengatas, dikirim melalui email yang di daftarkan pada saat pengisian formulir
9. Pengunjung yang tidak membawa/ tidak bisa menunjukkan tanda bukti penerimaan dari BPTUHPT Padang Mengatas, tidak diizinkan memasuki kawasan pembibitan BPTUHPT Padang Mengatas
10. BPTUHPT Padang Mengatas Tidak menerima untuk pengambilan foto Prewedding.



see this sky, so beautiful ^_^

Wisata-wisata alam atau spot foto yang instagramable yang dari alam adalah anugrah terindah dari Tuhan dan tidak ada bayaran untuk melihat keindahan tersebut. Jangan mentang-mentang tidak berbayar kita menyepelekan tanggung jawab kita sebagai menusia untuk menjaga lingkungan tersebut. 


Lebih cerdas sewaktu bepergian kesuatu tempat, jaga lingkungan dan jaga kebersihan. Karena sesuatu yang dijaga sedemikian rupa bakalan bertahan sampai hari esok dan semoga anak cucu, cicit kita juga bisa menikmati keindahan yang kita nikmati, bukan hanya dari gambar yang kita dapatkan.




15 komentar:

  1. Setuju sekali kalau kawasan seperti ini ada aturan kunjungan terbatas. Artinya jumlah pengunjung benar-benar diseleksi dan dibatasi. Hal itu jga bagus untuk perkembangan hewan ternak agar tidak sering ketemu manusia. Tentu saja agar ekosistem tetap terjaga

    BalasHapus
  2. Tempat ini pernah dipakai shooting acara MTMA beberapa waktu lalu kalau nggak salah ya?

    Wow, kawasan peternakan terbesar se Asia Tenggara.

    Salam.

    BalasHapus
  3. owh sayang banget kalo sebagus ini jadi rusak dan kotor. ga salah juga kalo diproteksi ga sembarang orang bisa masuk.

    BalasHapus
  4. Jujur aku terganggu dgn embos nama yg tll besar di foto fotomu...slain itu, warnanya jg putih jd ckp merusak warna hijau padang rumputnya ๐Ÿ™

    BalasHapus
  5. Bagus pemandangan nya keknya enak buat ngilangin penat dri kesibukkan sehari hari

    BalasHapus
  6. Bagus sih ada kebijakan untuk wisatawan yg mau kesana harus ada ijin dulu. Biar tempat wisata bagus kek gini tetap terjaga dr tangan tangan jahil wisatawan

    BalasHapus
  7. Nah, ini bisa dicontoh. Ada pembatasan untuk kawasan yang bener2 harus dijaga, apalagi kl ada hewannya.

    Banyak manusia skrg suka ngawur gak mikirin alam dan makhluk hidup lain, berasa cm dirinya yg paling mulia

    BalasHapus
  8. Keren nih, foto awal kirain beneran di luar negeri hehe...
    Di Purwokerto juga ada, hewannya sapi :) belakangnya langsung Gunung Slamet gitu

    BalasHapus
  9. Huwaaaaa pengen ke sana jadinya. Keren gitu.
    Memang perlu sih pembatasan, biar nggak umpak-umpakan. Kadang kan ada pengunjung yang nggak bisa jaga kebersihan dll.

    BalasHapus
  10. Tempatnya bagus, peraturan yang dibuat pemerintah juga bagus. Tapi bagaimana kalau wisatawan yang ingin belajar dan nggak punya surat dinas? Di peraturannya kan khusus untuk keprluan dinas/magang. Berarti sekarang tidak dibuka lagi ya untuk umum kalau tidak pny surat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ga punya surat, ga diizinin masuk kak.. Kita tetap urus suratnya untuk keperluan kunjungan aja, surat pengantar dari instansi gak usah dibawa. Tapi kalo ada keperluan dinas, baru deh pake surat pengantar dari instansi

      Hapus
  11. aku nemu savana kek gini tu pas ke Taman Nasional Baluran. Berasa lagi di luar juga hahahha

    BalasHapus
  12. wah, Padang itu keren sekali ya mbak :)
    aku belum pernah ke sana dan baru tau kalau ada Padang Mangateh di sana. asli, keren banget mbak!

    terima kasih sudah sharing ya, salam kenal :)

    BalasHapus
  13. Iya yah, mirip sama New Zealand. Kalo blm bisa ke NZ, mending kesini dulu deh...hihi

    BalasHapus
  14. Wah repot juga yaa klo smpe rusak. Kesian hewan ternaknya kn jd nya. Pan kapan bs ke sana nih.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Comment

 
Gaeguri Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template