Selasa, 09 Februari 2021

Danau Maninjau Empat Masa

 

Pemandangan pagi di Danau Maninjau

Danau Maninjau adalah salah satu danau yang terdapat di Sumatera Barat. Beralamat di Kecamatan Tanjung raya, Kabupaten Agam. Danau ini terkenal karena keindahan alamnya dan juga terkenal dengan hasil danau yang bisa di olah menjadi berbagai macam makanan.

Menurut Wikipedia, Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang berada di ketinggian 451,60 meter di atas permukaan laut. Danau Maninjau merupakan sebuah kaldera dari letusan besar gunung api yang menghamburkan kurang lebih 220-250 km3  material piroklastik. Kaldera tersebut terbentuk karena letusan gunung api strato komposit yang berkembang di zona tektonik sistem Sesar Besar Sumatra yang bernama gunung Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Kaldera Maninjau (34,5 km x 12 km) ditempati oleh sebuah danau yang berukuran 8 km x 16,5 km (132 km2).

Bahasa di blog ini bisa menggunakan bahasa jurnalistik, kan?. Haha..dan ternyata untuk bikin kalimat yang baku dan gak se-enak hati itu ribet yak?. Gue gak mau bahas Danau Maninjau in general sejujurnya, karena I don’t believe that I ever came to Danau Maninjau before yang pure untuk liburan di tempat wisatanya, mungkin dulu pernah pas jaman gue masih terlalu kecil untuk mengenal kata cinta dari orang lain, huuekk, haha. That’s mean, sudah gak bisa gue ceritakan. kan ya?

 

Disekitaran danau maninjau, banyak sekali menyediakan tempat penginapan semacam hotel, wisma ataupun homestay. Salah satunya adalah Hotel Maninjau Indah. Beralamatkan di Jalan Telaga Biru No. 1, Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Untuk alamat hotel ini sangat mudah untuk menemukannya di berbagai platform karena Hotel ini merupakan salah satu hotel yang cukup terkenal di daerah Maninjau.

 


Dari Payakumbuh, kami berangkat siang hari karena memang bertujuan hanya untuk menginap dimalam harinya sehingga terasa fit keesokan harinya, karena kami akan menjelajahi sebagian kabupaten agam. Kami juga perlu melewati daerah Bukittinggi kemudian jalan-jalan yang di-guide-in oleh google maps, sorry, gue ketiduran, hahaha. Sampai akhirnya kami melewati Kelok 44, salah satu jalan yang juga terkenal di Sumatera Barat. Dinamakan Kelok 44 dikarenakan, jumlah belokan tajam yang ada dijalan tersebut berjumlah 44 buah. Disepanjang jalan ada plang-plang penanda kelok-kelok yang telah di lalui. Jika melewati bukittinggi, chingudeul bakalan bertemu di kelok ke-44 terlebih dahulu sampai akhirnya sampai ke kelok ke-1. Dan dari bukittinggi itu akan terasa seperti menuruni jalan yang begitu panjang.

 

Terdapat cara unik dijalan ini. Bagi mereka-mereka yang menggunakan jalan ini dari kelok ke-1, yang artinya mereka harus nanjak, setiap kelok yang akan di lalui mereka harus menggunakan klakson kendaraan mereka, menandakan “ada orang yang bakal lewat”, dan pengguna jalan di kelok ke-1 harus diutamakan dan pengguna jalan di kelok ke-44 harus bersabar. Mungkin nanjak lebih susah dibandingkan dengan menurun. (how difficult to write this paragraph, gue tau gue mau nulis apa tapi gue bingung menterjemahkannya kedalam bahasa yang bisa dipahami oleh orang lain. Teman-teman bisa paham apa enggak, I do not care, karena I’ve trying to make you understand, sorry, gue egois).

 

Si pemoto yang suka di Photo

Sesampainya dihotel, kita bisa langsung mengenal ke khasan dari sumatera barat karena bangunan ini mempunyai atap khas Minangkabau, guess what is it name?, namanya “gonjong”. Bangunan ini sedikit tampak seperti bangunan tua, in my opinion. Gue pesan kamar yang dekat dengan kolam renang, dan selain view kolam renang, gue juga mendapatkan view Danau Maninjau. Di dalam kamar hotel, gue mendapatkan fasilitas seperti AC, TV, shower yang ada air panasnya lol, hahaha dan mungkin itu aja, wifi? Gue gak nge-check.

 

Di kawasan hotel ini juga terdapat sebuah resto yang bisa dinikmati juga oleh orang-orang selain penghuni hotel, namanya Palanta Abo. Kita bisa memesan berbagai macam menu makanan disini, salah satu menu yang gue pesan adalah samosa dan milkshake strawberry yang kami nikmati ber-tiga. Untuk harganya sendiri, menurut gue yang biasa beli gorengan seribuan, ini lumayan pricey. Tapi untuk chingudeul yang pengen menikmati sensasi makan dihotel, resto ini bisa di coba.

 

Sore Hari di Danau Maninjau

4 waktu yang bisa gue nikmati di hotel ini, mulai dari sore, malam, pagi dan siang hari. Dan favourite gue adalah pagi hari. 




Langit sangat indah ketika pagi hari, gue bisa lihat beberapa gradient warna langit yang menakjubkan. Gue juga bangun pagi demi untuk menikmati pagi yang indah ini. But honestly, gue gak bisa tidur karena basically gue gak bisa tidur ditempat baru, bukan bermaksud menjadi anak manja, Cuma I just can’t.

 


Siang hari di daerah ini juga gak kalah indahnya, jika beruntung chingudeul bakal disuguhkan sama pemandangan langit dan danau yang saling memamerkan kemegahannya masing-masing. Betapa indahnya danau, langit, dan awan-awan kecil yang bergelantungan di antara langit dan juga danau.


terakhir adalah pemandangan sore ke malam hari. Tapi sayangnya untuk malam hari, gue gak sempat mengambil gambar, karena gelap banget, karena di sekitaran danau dari tengah ke ujung memang tidak ada penerangan sama sekali. 

Pemandangan sore ke malam di Palanta Abo


Menunggu dan Ditunggu adalah sama-sama sebuah pilihan. Tidak ada salah dan benar. Sama-sama butuh kesabaran dan perjuangan. 

Kamu tim "Menunggu" atau " Ditunggu" ?


Sabtu, 30 Januari 2021

Aur Serumpun, Wisata Ilalang (?)

 


I don’t know what things that I am doing right now actually, haha.. yang pasti gue sekarang sedang duduk di sebuah resto fastfood di Indonesia dengan keadaan resto antara udah buka atau belum, tapi yang pasti udah ada tulisan “Open” di pintunya. Gue berdua sama kakak-kakak yang jagain tokonya. But I am okay with that, karena gue memang mencari tempat yang nobody can disturb me, nobody would care with me.

 

Oh iyaa., gue disini memesan satu menu makanan dan berencana duduk berlama-lama untuk memanfaatkan koneksi internet dan fasilitas tempat duduk, meja dan colokan yang ada dan earphone in my ear with my favourite musics. My happiness is simple as this.



Gue gak mau bahas gue ngapain sendirian sih, okay.. lets begin the true things.

Bahas jalan-jalan lagi yok,.

 

Beberapa waktu yang lalu gue di ajakin untuk ke sebuah tempat yang memang gue pengen dari lama. Gue dikabarin jam setengah 9, dan setengah 10 gue udah kumpul bareng teman-teman gue. Dalam waktu se-jam gue bisa mandi, beresin tempat tidur, setrika baju yang mau gue pake, berbenah penampilan dan hal-hal lainnya yang harus gue lakuin ketika mau bepergian. #AmazingGue

 

Berangkat dari Payakumbuh sekitar jam 10an karena suatu dan lain hal. Jarak tempuh menurut Google ke daerah itu adalah 1 jam 42 menit dengan jarak tempuh 53 km. itu prediksi ya, kenyataannya ? yok kita bahas. Hahaha

 

Tempat ini bernama Aur Serumpun, berlokasi di III Koto, Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Bermodalkan Google maps dan insting seorang teman akhirnya gue menjejakkan kaki didaerah ini, walaupun perjuangannya lumayan ada. Hihi.

 

Dari Kota Payakumbuh kami melewati jalan lintas menuju Tanah Datar, jalan di daerah ini lumayan sempit jika dikatakan sebagai jalan lintas, kemudian jalannya lumayan berlubang di beberapa tempat.  Beberapa kali motor gue masuk lubang dan beruntungnya, I was Okay.

 

Belum afdol rasanya jalan-jalan tanpa kata “nyasar”, dan inilah salah satu effort kami ke daerah ini. Motor kami sempat berasap dan gak sanggup buat nanjak karena jalanan yang begitu sulit untuk dilalui oleh motor matic kecil kami. Beruntungnya, kami juga ditemani oleh 2 lelaki tangguh (hehe) yang bersedia mendorong motor dan juga mengendarai motor kami di jalan tersebut.

 

thank you

Dengan perjuangan motor yang hampir berasap, hampir jatuh, jalan kaki dan akhirnya kami baru menyadari kalau jalan itu adalah jalan yang salah. Walaupun salah jalan, kami gak nyerah karena kami sudah disuguhkan pemandangan yang indah. Dari kejauhan kami sudah bisa memandangi  hamparan danau singkarak dari ketinggian. Kebayang gak sih, lo bisa lihat danau 1 hamparan dari ujung ke ujung. It’s amazing. 



Pelajaran yang bisa kita ambil adalah bepergian kemana pun, manfaatkan Google maps, jangan lupa pepatah “malu bertanya sesat dijalan”, pepatah ini masih bisa banget di pake, karena Cuma memanfaatkan Google maps, kadang ada yang salah. I don’t know how.

 Setelah menyadari kesalahan kami, akhirnya teman gue berinisiatif untuk bertanya kepada warga setempat , putar arah dan akhirnya sampai ke jalan yang sebenarnya. Dan di jalan menuju Aur Serumpun ini, guess what had we found?? Pemandangan indah lagi


lembah, gunung, langit biru dan kamu. Perfect

Gue sangat cinta sama pemandangan ini. Dengan keluar rumah, kita bisa melihat betapa indahnya Tuhan menciptakan sesuatu. Gue berasa lebih tinggi dari gunung, tapi masih ada langit yang lebih tinggi dan juga ada gunung-gunung lain yang lebih tinggi dari gue. Thank's God, karena gue masih bisa menggunakan nikmat melihat ciptaan engkau. Gih keluar rumah (PSBB inget), ada banyak hal yang bisa kita syukuri dengan ciptaan Tuhan. 

Kadang suka malu sendiri ketika ingin menyerah terhadap hidup gue, Tuhan gak butuh kita hidup didunia ini. Yang butuh itu adalah diri kita sendiri, untuk mencari keberkahan dari Tuhan, mencari ridhonya Tuhan, mencari sebanyak-banyakan pahala supaya nantinya diberikan tempat yang paling baik disisi-Nya. Dunianya Tuhan aja sebegitu indahnya, gak bisa bayangin dih Surganya Tuhan kayak gimana. Semoga kita semua senantiasa bisa bersyukur terhadap apapun, dan mendapatkan Surganya Tuhan kelak.

Gue udah kayak anak pengajian belum? hehehe (Let's continue the story)

Jalan kita gak sampai disini aja, untuk mencapai Aur Serumpun kita masih harus melewati jalan tanah dan sedikit bebatuan, tapi masih bisa di lewati oleh motor matic kecil, don’t worry about that. Sesampainya dilokasi, kita disuguhkan hamparan tanah lapang  yang mungkin dijadikan sebagai tempat untuk camping, kumpul-kumpul,outbond dan something like that.

 

And do you know where this view ?


pose "bunuh diri" adalah salah satu favorite gue

Kamu harus jalan menuju pinggir lapangan dan pemandangan ini ada di mata kamu. Kami sampai dilokasi ini jam 12 an siang, can you feel how hot the weather is ? tapi, plus nya adalah gue bisa melihat dengan jelas hamparan danau singkarak dari kejauhan karena cuaca yang begitu bersahabat. Yang paling gue suka adalah pemandangan awan-awan yang seakan-akan bergelantungan di atas danau.

 

Gue yakin pemandangan pagi didaerah ini juga sangat menarik.

 

Spot hype di tempat ini adalah berfoto bersama ilalang dengan background Danau Singkarak dari ketinggian. Ilalang aja di ajak foto bagus banget, apalagi ada gue-nya, apalagi foto bareng kamu, berasa lagi foto Pre-wed atau Post-wed gak sih?

 

rumput (?)



pek-a-boo

Hamparan ilalang-ilalang berada sedikit dibawah dari tanah lapang tadi (?), kita seakan-akan menuruni bukit, ini bukan jalan yang jelek kok, sudah disediakan tangga-tangga untuk menuruni bukit tersebut. Cuaca panas, tanah lapang, menuruni bukit, effort yang luar biasa untuk menghasilkan foto yang instagrammable. Dan akhirnya, gue Cuma post 1 buah foto didaerah ini, karena gue gak mau nyampah  di beranda instagram orang lain. Effort gue berasa sia-sia, so I decided to make this post, supaya foto-foto gue punya wadahnya sendiri. Gue bisa mamerin keindahan alam di sisi Tanah Datar kepada warga internet diluaran sana. Gue suka pamer, btw. hahaha

rumah abang arah mana sih bang?
kalau abang gak nyariin adek, adek bakalan nyariin abang, EEAAAAAA 




ini adalah view dari sisi lainnya. masih di satu kawasan. Disisi ini kamu bisa menemukan spot foto sepeda bergelantungan dan rumah-rumah pohon di ketinggian, tetap, backgroundnya adalah Danau Singkarak.

NAh LOO.. hahaha






Selasa, 05 Januari 2021

2020 At a Glance, Pelajaran Hidup

 

Annyeong chingudeul~~~

 

Selamat tahun baru 2021 semuanyaaa.

Gue yang masih gini-gini aja, masih banyak hal yang belum gue capai, masih banyak hal yang gue gak tau gue mau apa, masih mencari apa yang gue cari, masih gak tau gue maunya nyari apa. hufft...Time flies so fast, atau mungkin gue yang gak bisa memanfaatkan waktu dengan maksimal dan baik. Tahun-tahun yang udah berlalu kayak gak ada artinya sama sekali, atau mungkin gue yang gak bisa mengingat hal baik yang udah gue alami. Gue yakin pasti ada hal baik dalam setiap kejadian yang pernah kita alami. Disatu sisi gue bisa mengambil hal baik itu dan disisi lain gue menganggap semuanya adalah buruk. Wahai gue, sadarlaahh.

 

Gue cinta memoto dan dipoto


Flashback ke tahun sebelumnya, 2020, yang baru aja kita tinggalin 5 hari yang lalu. Ada banyak hal-hal ajaib yang gue laluin, frustated, stressful, sometimes  i am getting the happiness and sadness in the same time. Kadang ada hal yang sesui dengan rencana gue, kadang lebih baik dari apa yang gue banyangkan dan kadang buruk dari apa yang gue rencanakan (in my ego point of view, pastinya).

 

Akhir- akhir ini gue lebih sering merasakan rollercoster-nya kehidupan. Ups and down dan yang pasti semuanya menegangkan. Awal tahun 2020, di Januari gue masih bisa jalan-jalan dan melakukan aktifitas biasa sebagaimana mestinya, masih bisa kerja, masih bisa nongkrong, dan yang paling gue inget adalah belajar buat persiapan ujian CPNS 2019. Hampir tiap hari gue belajar bersama teman-teman lainnya dan kadang sampai malam hari. Dan gue masih bingung sampai sekarang, gue 100% belajar atau 100% berkamuflase belajar karena gue belajar gak sendirian?? Lemme think for a while ~~ (oke, mungkin gue berkamuflase dengan belajar, karena pada dasarnya gue gak bisa belajar berjamaah, karena gue bakalan ngajarin orang lain dan gue Cuma bisa ngajarin apa yang udah ada dalam otak gue, gak ada tambahan lainnya. Maafkan keegoisan hati, otak !!!--__-- )

Gue cinta langit

Gue cinta hujan yang tenang

 

Di bulan februari gue ujian CPNS untuk ke empat kalinya. Hasilnya, gue masih belum bisa mendapatkan nilai yang maksimal. Ada banyak hal yang membuat konsentrasi gue terganggu sewaktu ujian, karena gue telat datang, dan i didn’t know, what happened with me at that time, yang pasti ada semacam pressure yang gue rasakan dan itu membebani gue. Untuk passing gradenya gue bisa capai, dan pada akhirnya gue kalah poin untuk bisa ikutan SKB. Kadang gue merasa frustasi buat ikut CPNS, tapi gue baru gagal 4 kali, mungkin gue terlalu lemah kalau harus merelakan status PNS kalau mundur saat ini. Huuftt... be tough gue..

 

Maret, berkenalan dengan orang baru. Nongkrong, kerja dan siklus-siklus ini yang gue alami secara berulang. Dan pada akhirnya, covid19 menyerang. Ada beberapa artikel yang gue tulis tentang covid ini. Dan sekarang, gue udah malas buat bahas karena too suffocated for us, i think.

 

Di bulan ramadhan tahun ini, gue isi dengan dirumah aja, tanpa adanya buka bersama, jalan-jalan sore buat ngabuburit, tanpa adanya taraweh di mesjid juga. Dari sudut pandang gue yang sekarang, mungkin lebih baik seperti ini karena gue yakin mungkin gue bakalan buka puasa diluar separoh bulan ramadhan karena gue dibulan itu lebih memilih bersama teman-teman dibandingkan dengan siapapun. I wanna regret it, tapi kayaknya gak ada gunanya. Ah Sudahlah.

 

Lebaran tahun ini pun hampa banget karena selain gue gak kemana-mana, sanak saudara guepun gak ada yang pulang kampung karena si covid ini. Libur nasionalpun gak ada, Cuma ada di hari lebaran itu aja. Sehari setelah lebaran, gue ngantor, nongkrong lagi, kerja lagi.

 

Sejak akhir Juni, kerjaan gue kembali normal lagi, gue rajin lagi ngantor. Di bulan agustus gue diseperempet motor, gue gak tau kenapa kajadian itu ada, karena kejadian itu sangat cepat dan diluar nalar gue dah, namanya juga kecelakaan kan? Dan gue baik-baik saja, Hamdallah.

 

O iya.. di bulan Juni gue juga beli sepeda baru. Hal positif dari covid adalah menjamurnya pengendara sepeda di pagi dan sore hari karena orang-orang pengen hidup sehat. Gue bertemu orang-orang baru karena adanya sepeda ini, kayak ada club nya gitu tapi kami gak terlalu banyak orang. Ada banyak tempat-tempat baru yang gue kunjungi, ada hal-hal menarik yang gue rasakan dan tentang sepeda ini bakalan gue ceritain terpisah, karena menarik bagi gue.

 

New experience, new friend,  new achievement

Banyak pengalaman baru juga yang gue rasakan tahun ini, gue melukis, gue mulai nulis lagi. 

Gue cinta melukis,  ternyata


Untuk pertama kalinya gue naik motor trail (dibonceng pastinya) dan melewati jalan yang bukan aspal dan merasakan sensasi menuju sebuah desa yang jalannya sangat buruk. Uji adrenalin sekali tapi gue merasa tenang.

Preciuos moment



Gue cinta dia, Ehhh  (Hhmm,  bukan bukan,  apa yaa.. . Hmm...  Gue cinta uji andrenalin,  udah,  itu aja)



Dan yang gak boleh ketinggalan adalah patah hati, hahahahaha.... dasar gue. Ada perasaan baru yang release ditubuh gue tahun ini, gue bisa merasakan bahagia dan sedih dalam satu waktu. Ada perasaan melegakan dan juga ada perasaan yang membebani gue, ada rasa takut. Gue juga berusaha menjadi lebih baik untuk mengimpress seseorang yang bahkan tidak menganggap gue sebagai teman. Gue pernah nangis sesegukan dipagi hari setelah bangun tidur, parah sekali.  Oke oke.. kalau ini dilanjutin bakalan makin panjang curhatan colongan gue, dan gue gak mau nangis lagi gara-gara mengingat momen-momen itu yang berarti Cuma bagi gue. Hahaha

 

Ada banyak hal yang gue pelajari dari tahun ini, selalu ada hal baik dalam setiap kejadian yang kita alami because everything happened for a reason, kemudian hal yang gue yakini adalah Tuhan itu dekat, Dia selalu ada disetiap apapun kondisi kita. Gue pernah berdoa, tapi gue gak bakalan ceritain doa tentang apa, tapi yang pasti, gue yakin doa gue terkabulkan. Walaupun pada akhirnya, hingga saat ini gue masih terpuruk, sedih, patah hati,  gak ada semangat hidup, masih memikirkan hal itu tapi setidaknya saat ini melegakan, kayak di berikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan abstrak gue, jawaban dari apa yang gue cari tahu selama ini. Not all stroms come to distrupt your life, sometimes it comes to clear your path. Bagaimanapun kondisi kita, sebaik atau buruknya yang dirasakan, jangan lupa Tuhan, Tuhan gak bakal lupa kita. Selanjutnya yang gue pelajari adalah QS 2 : 186, QS 2 : 286, QS 94 : 7-8

 

 

And the last, i just wanna tell you that,  there is a hug for letting go. I just saying. Hahaha

 

Gue cinta foto tanpa ekspresi 


Gak afdol rasanya kalau gue gak nulis resolusi gue untuk 2021, ya kan?

Resolusi gue adalah 2021 gak ada lagi air mata hanya karena diperlakukan baik oleh orang lain, diperlakukan baik belum tentu kamu istimewa, gak ada lagi kesalahpahaman antara otak dan hati, 2021 semangat nyari duit.

 

 

 

\\hahaha

 

 

Selasa, 03 November 2020

Surat Cinta

 


Hi Tiara,.

How’s life? Is it okay today? No? It is okay to not be always okay if you should to do that. Cry, if you wanna cry and if it can release your stress. Cry, if it can heal you. But don’t stuck in that pain. Life must go on. And you deserve to be happy, you deserve to smile. You will be more beautiful if you are smiling, believe me..

 

I know it is hard time for you, but i know you can pass that things. I know you are sad, i know you are disappointed, i know it is a heavy burden for you. But always remember that God doesn’t burden a soul but to the extent of their ability. Even though it is hard, God knows that you can handle it. Find the solution, get up, cheer up.

 

You are strong enough to face this problem.

 

I know it is hard for you to stand up in your own believes, because our society try to force you to accept their believes. They try to force you to follow them, if you are not follow them, they said that you are weird, you are different, they don’t accept you in their society.

 

I know you are insecure because you are a quite person, you are a boring person because you don’t talk much as much as them. People don’t like people who cannot communicate as it should (society’ standard). Their life cannot be colorful because of you. You cannot spark the joy to others. You cannot play the game. You cannot bring “the happy vibe” to others. You are invisible. You already trying so hard to having a communication with others but they cannot value you.

 

I know it is hard, but i wanna say that i’m proud of you, i’m 100% proud of you. Cause you never give up at everything, no matter what. Even though there are some times you almost give up, but you don’t do that, You always try to know yourself, you always try to move, you always improve yourself, you always put some effort, even though not everybody can see your effort, not everybody can see your worth.

 

I know you try so hard to control your heart, pretending to be okay when things you don’t like happened to you. You don’t want to be weak in other’s eyes. I know it is hard to be around people that never understand you. And it is hard to understanding someone that never ask to be understood. I know it is hard to having a “feeling” to someone, but they called it a joke. I know it is hard to stand up around people that have so many differences with you.

 

Even though it is hard, i’m proud of you. Stay positive, spread the kindness even there are many cruel person in this world. Be who you are, improve yourself more, be better, knowing yourself, try to be the best version of you, healing yourself, always be smart. Don’t shy because you are smarter than other’s think. Don’t pretending to be a fool girl because you wanna someone’s attention. A smart girl will take some portion of someone’s heart if they deserve to have it.


Nov, 3rd 2020

Rabu, 14 Oktober 2020

Sarasah Murai, Lembah Harau Sisi Lain

 

Annyeong chingudeul~~~

 

Sudah 7 bulan kita berada di tengah pandemi, dan gue kayak useless sebagai manusia, 7 bulan berjalan tanpa makna  tapi tanpa adanya pandemi-pun kehidupan gue bakalan kayak gitu aja. What should i do with my life?. Perbedaan mendasar yang gue rasakan adalah ketidak bebasan gue untuk keluar masuk daerah orang lain, itu aja. Bagi beberapa orang, di tengah pandemi seperti sekarang ini sudah pasti mengalami kerugian yang sangat besar, tapi gue, bodo amat sama masalah orang lain, bukan urusan gue dan selama tidak berhubungan dengan kelayakan hidup gue, gue gak bakal peduli. **Se_tidak peduli itu kah gue dengan kehidupan orang lain?** ***gue rasa gue peduli, tapi pretending to be not care with others***

 

No matter what happened in our life lately, gue butuh piknik, sumpah. Tapi gue lumayan “aware” sama pandemi ini, gue gak mau keluar daerah karena gue gak mau “menjemput” Corona buat keluarga gue atau orang-orang disekeliling gue. Gue memilih untuk tidak egois, tapi endingnya mengorbankan kesehatan batin gue yang terpenjara kegiatan yang unfaedah.

 

Payakumbuh dan Limapuluh Kota adalah salah satu surganya wisata alam di Sumatera Barat, gue salah satu warga Limapuluh Kota. So, kenapa gue harus memikirkan tempat  liburan yang jauh didaerah lain sedangkan di daerah gue sendiri ada bermacam-macam tempat wisata. Tapi kesombongan gue selalu muncul karena gue merasa seluruh tempat wisata Payakumbuh dan Limapuluh Kota pernah gue jamah. Itu Cuma perasaan gue aja, gue tau. Kenyataannya ada banyak hidden tourist spot didaerah ini yang bahkan gue gak tau keberadaannya.

 

Salah satu tempat wisata hype di Limapuluh Kota adalah Lembah Harau. Setiap orang yang pernah berkunjung ke Payakumbuh atau Limapuluh Kota bisa dipastikan mengunjungi tempat wisata ini. Bagi gue pun, lembah harau merupakan tempat wisata yang sangat lumrah, bagi gue udah gak menarik karena gue mengunjungi tempat ini berkali-kali.

 

But wait, lembah harau juga punya hidden tourist spot yang gue yakin baru dikunjungi oleh orang setempat atau beberapa orang yang di-guide-in warga setempat. Namanya Sarasah Murai. Sempat happening dikalangan warga Limapuluh kota dan Payakumbuh beberapa tahun yang lalu, tapi bagi gue, Sarasah Murai ini adalah salah satu tempat baru yang “harus” gue kunjungi.

 

Sarasah murai adalah salah satu air terjun yang terdapat di lembah harau. Dulu katanya, di air terjun ini burung-burung murai sering bertengger dan bercengkrama disana, makanya warga setempat menamai air terjun ini dengan sarasah murai. Menurut google sih gitu.

 

Sarasah murai berlokasi di pedalaman lembah harau, lokasi persisnya silahkan google maps yaak.. hahaha.. i’m sorry ‘cause i’m a bad tour guide, karena gue buta alamat dan susah menjelaskan detail sebuah alamat. Sedikit gambaran lokasinya, setelah memasuki gerbang menuju lembah harau, kemudian lewati jalan lurus tersebut, mentok dipersimpangan, pilih arah kiri, dan lurus sampai chingudeul menjumpai tanjakan terjal. And be calm, gak sampe tanjakan itu kok, sebelum tanjakan, chingudeul bakalan ketemu jalan kecil arah kanan. If you are not sure, ask me to bring you there. If i’m available, i will bring you there, dengan syarat kalo gue gak lupa sama alamatnya~~~~~~

 

Untuk kondisi jalannya sendiri, sama kayak hidup gue, kadang mulus kadang bergelombang, kadang bisa bergerak kencang, kadang harus melambat, tapi kita gak boleh nyerah karena kalau menyerah kita gak bakalan sampai ke tujuan. *hahaha, apaan sih gue??**. Tapi ini serius, kita harus melewati jalan aspal, jalan berkerikil, dan jalan tanah. Sesampainya di tempat parkir, kita gak otomatis sampai ke tujuan, kita harus melewati jalan tanah lagi dengan berjalan kaki karena tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor. Berjalan sekitar 8-10 menit, mungkin. Tergantung kecepatan chingudeul, gak terlalu jauh dan gak terlalu deket juga, gue lupa ngukur waktu tempuh untuk berjalan kaki.

 

Setelah berjalan kaki dari tempat parkir, Vooallaaaa... Sarasah Murai ada di depan mata lo, dan itu indaaahhh...layaknya air terjun lainnya, tapi gue rasa, ini adalah pertama kalinya gue liat air terjun seperti ini. Untuk lokasinya sendiri, menurut gue gak terlalu luas, tapi beruntungnya, pengunjung gak disana tidak terlalu ramai.

 


Sesampainya disana silahkan lakukan hal yang pantas untuk dilakukan sesuai dengan kaidah yang berlaku pastinya. Jangan lupa berfoto sebelum seluruh tubuh basah 'cause it having a good background.

 

Sesampainya gue disana, debit air lumayan teratur, tidak deras, i think it was perfect. Gak perlu takut untuk gak bisa berenang karena disana we don’t need swimming’ skill. Yang harus diperhatikan adalah tingkat kehati-hatian kita sewaktu melangkahkan kaki karena di sekitar kolam full of stones yang menurut gue gak begitu licin. Hal ini menandakan bahwa batu-batuan disana sering dijamah sehingga lumut-lumut yang bisa menyebabkan batu licin tidak bisa tumbuh. Jangan lupa bawa sendal karet atau sendal gunung untuk proteksi kaki kita dari bebatuan, karena bagi gue lumayan menyakitkan untuk injak batu-batuan dengan kaki telanjang.

 

gue, menyatu dengan alam, berkamuflase


Enjoy the view~~

 

Yang perlu diperhatikan adalah tidak ada orang yang berjualan makanan di area air terjun. Dan itu adalah tanggung jawab kita untuk menemukan makanan masing-masing setelah kedinginan bermain di bawah air terjun. Beruntungnya, kami membawa bekal makanan yang cukup untuk makan, sehingga kami terselamatkan. Kekurangan tempat ini adalah ketersediaan tempat untuk makan yang sangat minim. Kami makan di tempat yang seadanya, hampir bergabung dengan beberapa sampah-sampah.

 

Kesalahan pengunjung yang belum bisa gue pahami sampai sekarang adalah tingkat awareness masyarakat terhadap kepedulian mereka akan sampah. Gak susah kok bawa sampah kita keluar dari area wisata, bagi gue. Kenapa ya masyarakat kita gak bisa aware sama sampah? Segitu susahnya kah buat keep sampah masing-masing? Be smart gais~~

 

 

 

Selasa, 06 Oktober 2020

Setidaknya, Pernah Punya Mimpi ke Luar Negeri

 

Annyeong chingudeul~~

 

Apa sih the biggest dream lo di dalam hidup?

 

Gue? Kayaknya gue adalah salah satu orang yang gak punya mimpi dalam hidup, kayak gak punya tujuan hidup, hidup gue lempeng aja, gitu-gitu aja, gak ada spesial-spesialnya sama sekali. Tapi, gue tau apa yang gue mau, walaupun gak punya tujuan sama sekali, setidaknya step-step yang bakalan gue laluin gue paham. Bingung gak sih kalau lo jadi gue? Hahaha. I called myself unique.

 

Dulu, gue adalah salah satu anak yang pengen jauh-jauh dari rumah, gue tipikal anak yang bakalan survive hidup jauh dari rumah rather than deket dari rumah. Gue cenderung nyimpen apa yang ada di diri gue ke orang-orang terdekat gue dan gue jadi pribadi yang berbeda ketika bersama orang lain. Mungkinkah itu yang dinamakan dengan kepribadian ganda? Lemme think~~

 

Gue selalu menampilkan sisi terburuk yang ada di dalam diri gue ketimbang harus menceritakan hal baik ke orang-orang terdekat gue. Karena bagi gue, orang-orang terdekat PASTI tau good side gue, dan mereka HARUS tau dark side gue, gue gak pengen orang-orang terdekat gue punya ekspektasi yang terlalu tinggi tentang gue, gue gak mau mereka kecewa.

 

Untuk orang-orang yang gak deket sama gue atau gak terlalu akrab di hidup gue, it is not my responsibilities buat menjelaskan gimana hidup gue ke mereka selain itu, it is not your business though~~ hahaha

 

Sebagai seorang yang pengen jauh dari rumah, sudah pasti gue gak pengen sekolah dekat dari rumah, pengen jauh sejauh jauhnya. Tapi, kenyataan kadang berbanding terbalik dengan angan.

 

Masa SMP gue di habiskan di sekolah terdekat dari rumah, rada bikin frustasi sih karena masa SMP gue gak seindah masa SMP-nya Wulan dan Joko di sinetron “Dari Jendela SMP”. Relationship pertemanan gue hancur, relationship percintaan gue juga gak ada beginning dan endingnya.

 

Hal ini membawa gue menginginkan sekolah tingkat SMA yang lebih jauh dari yang gue pengen sebelumnya. Pernah gue pengen sekolah ke Medan, ngikut kakak gue yang lagi kuliah disana, tapi apalah daya gue yang berasal dari keluarga sederhana yang gak bisa milih sekolah dimana aja karena keluarga gue harus juga mikirin biaya sekolah dan semacamnya.

 

Akhirnya gue sekolah “lumayan” jauh dari rumah meskipun gak mengharuskan gue untuk ngekos atau semacamnya. Jaman SMA gue cukup indah dan disini gue paham apa makna dari “high school never end”. Punya teman-teman konyol yang serius, punya teman-teman bego’ yang pintar, saling mengisi dan mengosongkan *Apa_Sih?*.

 

Cerita ini gue mulai dari sini.

 

Gue pernah punya cita-cita buat kuliah di luar negeri di jaman SMA, karena biar sekalian jauh dari rumah. Gue pengen punya kehidupan yang baru, dimana gak satu orang pun kenal gue. Dan gue merasa dijaman itu gue punya kemampuan berbahasa inggris yang lumayan baik dibandingkan teman-teman di kelas gue. Dan gue merasa itu modal yang cukup bagi gue untuk bisa ke luar negeri. I know i was too naive --__--

 

Melbourne University, adalah kampus pilihan gue. Gue pengen ke Australia karena menurut survei singkat gue, negara itu adalah negara yang gak terlalu jauh dari Indonesia, orang Indonesia lumayan lumrah dengan negara itu, aksen inggrisnya gak terlalu cepet kayak aksen amerika, dan gue rasa biaya hidup disana tidak terlalu mahal untuk ukuran biaya hidup luar negeri, MENURUT GUE. Main reason gue adalah karena Cuma Melbourne University yang gue tau kampus yang ada di luar negeri, khususnya Australia. Haha

 

Berawal dari “kekurang kerjaan” gue di hari-hari membosankan , gue mencoba untuk membolak-balikkan sebuah majalah usang yang ada di rumah gue. Gue menemukan ajakan untuk tour ke Melbourne University. Dan dari sanalah gue mengenal Melbourne University. Gue nyimpen klipping Universitas ini sampai sekarang, haha. Gue jadi sering denger informasi mengenai Australia, lebih cari tau Australia dan tekad gue sangat bulat untuk kuliah di Australia.


satu-satunya klipping yang gue simpen bertahun-tahun, yang menunjukkan bahwa gue pernah punya mimpi kuliah ke luar negeri

 

Dimasa gue SMA, internet belum se-happening sekarang dan belum menjadi kebutuhan orang-orang untuk mendapatkan sebuah informasi. Itu adalah salah satu struggle gue untuk mewujudkan apa yang gue mau. Pengetahuan gue kurang, support system gue juga kurang, gak ada tempat bagi gue untuk mendapatkan informasi “how to study abroad" at that time,  support orang tua dan orang terdekat juga kurang, karena gue juga gak pernah menceritakan hal ini ke mereka.

 

Time flies, dan makin tahun makin dekat ke tahun kelulusan, gue makin lupa kalau gue pengen kuliah ke luar negeri. Yang gue tahu untuk bisa kuliah Cuma 3 cara, pertama, mahasiswa undangan yang sekarang namanya SNMPTN, kedua, ujian tulis, dijaman gue namanya SNMPTN dan sekarang SBMPTN dan terakhir masuk ke perguruan tinggi swasta. Untuk bisa masuk ke perguruan tinggi swasta, keluarga gue gak mampu untuk membayar SPP nya karena yang gue tau, jaman itu sekolah di swasta, MAHAL.

 

Gue mati-matian belajar untuk ujian ke universitas tanpa ikutan bimbingan belajar lembaga bimbel. Sampai akhirnya gue bisa kuliah di salah satu Universitas di Sumatera Barat dengan jalur ujian tulis itu. I was proud of myself at that time.

 

Bagi gue, nama hype dari sebuah universitas udah gak penting lagi, selama gue bisa berkembang dan belajar many things udah cukup. Di kampus itu kita gak selalu belajar tentang ilmu pasti, the most important thing adalah belajar hal-hal abstrak yang ada di dalam hidup, belajar  buat paham at everything. (dan paragraf ini baru gue sadari ketika gue telah menyelesaikan tanggung jawab kuliah gue dan telah tamat setelah beberapa tahun berikutnya, kadang gue merasa, gue telat dewasa, hahahaha.. but it’s okay to be late than not at all)

 

Satu hal lagi yang gue pelajari dari keinginan sekolah keluar negeri gue adalah if there is a dream without effort, it’s just called a WISH. Jika punya keinginan, yang perlu kita lakukan adalah berusaha semaksimalnya. Do our best. Di jaman canggih teknologi sekarang, sangat banyak informasi yang bisa di gali, apapun yang pengen chingudeul cari pasti punya informasi yang beragam. Jika kurang mampu, sangat banyak beasiswa yang tersedia. Punya keinginan kuliah ke luar negeri, gak ada salahnya. And the question is “do you wanna give some effort or not”.

 

Jumat, 22 Mei 2020

Pemerintah tidak dipercaya, Corona makin berjaya

Sebagian masyarakat Indonesia tidak percaya dengan pemerintahnya.  Apapun yang dikatakan pemerintah seakan-akan dianggap hoax saja.  Masyarakat juga melabelisasi semua kebijakan pemerintah. Masyarakat menganggap semua tindakan pemerintah,diikut campurkan dengan politik

Apa terlalu sulit ya untuk percaya? 
Seberapa besar pemerintah telah mengecewakan sehingga sulit untuk percaya kembali? 

Diluar semua kepentingan-kepentingan yang ada jikalau benar adanya, just be aware with yourself,  protect yourself from this pandemic. Mulai dari mikirin diri sendiri aja cukup gak usah mikirin orang lain dulu.. 

Kamu keluar rumah sesuka hati,  apa gak takut tertular virus dari orang lain?

Gue yakin pemerintah udah menyiapkan "bekal" kita selama ber-PSBB (pembatasan sosial berskala besar) , tapi memang harus ada prosedur yang harus di lalui. Lambat?  Mungkin, karena "tatanan" kita belum serapi negara-negara lainnya. 

Di daerah gue,  masih banyak yang keluar rumah untuk membeli baju lebaran dan pernak pernik persiapan lebaran lainnya, gue yakin gak semua dari mereka mampu secara ekonomi,  ada juga yang prasejahtera dan belum terjamah bantuan apapun.  

Pasar dibuka,  hak penjual dong untuk membuka tokonya.  Tinggal kita sebagai masyarakat harus bijak untuk membeli, membuat kerumuman atau beramai-ramai. Udahlah,  dirumah aja,  apa susahnya sih.  Beli pakaian baru, buat apa?  Toh kita dirumah aja kok.  Selama kita gak kemana-mana,  segimanapun pusat perbelanjaan di buka, bandara dibuka,  jalanan bebas diakses, and such like that,   gak bakalan rame karena kita just stay at home. Keluar rumah kalau ada yang penting.  Waahh.. Emosi saya melihat kumpulan masyarakat ngeyel ini.


Gue heran,  mereka berteriak menanyakan  bantuan pemerintah dan menunggu tindakan dari pemerintah tapi mereka melakukan suatu "pemborosan". Bagi yang butuh bantuan pemerintah,  Uang untuk membeli baju lebaran, bisa kita simpan untuk cadangan hal buruk dimasa depan kalau terjadi,  dan semoga,  hal buruk ini cepat berakhir,  tapi namanya juga "persiapan" harus ada sebelum terjadi. Atau,  apa bantuan pemerintah digunakan untuk membeli hal-hal untuk persiapan lebaran? 

Untuk yang mampu,  gak ada salahnya untuk lebih memberi.

Mereka-mereka yang keluar rumah,  kebanyakan menghiraukan semua anjuran pemerintah seperti tidak pakai masker,  tidak social distancing, tidak physical distancing,  anak kecil tidak pakai masker dan dibawa ditengah kerumunan,  miris?  Iya..

Bagi gue yang menerapkan PSBB ini, benar-benar gak habis pikir. Mereka gak sayang dirinya sendiri. Kalau gak ada tindakan dari diri sendiri, gue rasa pandemic ini akan ada disekitaran kita selamanya, apa kita harus tunggu Corona jadi biasa aja?, nunggu tubuh memproduksi sistem imun untuk defense sama Corona dengan sendirinya. #IndonesiaTerserah

Sejauh ini, bagi segelintir orang,  pandemic ini di anggap gak ada, Corona sama dengan hoax,  makanya mereka masih bisa bertindak sesuka mereka. 

Mungkin obrolan dimasa depan bakalan kayak gini yaa. **just saying, tanpa maksud menyinggung pihak manapun**

A : gue gak jadi nongkrong ya
B : kenapa? 
A : iya,  gue sakit nih
B : sakit apa? 
A : flu,  kayaknya kena Corona nihh
B : Ohh..  Corona,  cek ke dokter gihh
A : iya,  nih udah di RS

Di dokter, 
A : saya sakit kepala,  mual,  sakit tenggorokan, nafas sesak
D : saya pemeriksa dulu ya pak
A : --
D : dari gejalanya,  bapak terinfeksi Corona
      Sebaiknya bapak istirahat dirumah
      Tingkatkan daya tahan tubuh
      Ini obatnya 
A : iya dok,  terima kasih

Andai sesimple ini yaa, tenaga medis gak perlu menggunakan APD yang gue yakin pakaian itu gak begitu nyaman. Gak kebayang keribetan mereka dirumah sakit kayak gimana,  karena penyakit bukan Corona saja. 

Disisi lain, selain tenaga medis,  mereka yang juga ada di garda terdepan adalah polisi, TNI,  dan mereka-mereka yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk memberi bantuan. 

Gue bakalan bahas yang bantuan sosial aja. 

Masyarakat gak pernah tau apa yang tenaga sosial lakukan demi bantuan mereka segera cair.  Tenaga sosial rela begadang berhari-hari menginput data penerima bantuan, mengorbankan daya tahan tubuh mereka agar bantuan ini terkoordinir dengan baik, agar tepat sasaran. 

Mereka dianggap pahlawan?  Tidak!

Mereka disalahkan karena bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah tidak tepat sasaran.  Tidak tepat sasaran karena sanak saudara atau dirinya sendiri tidak mendapatkan bantuan apapun,  padahal orang tersebut sudah mampu secara ekonomi.  Atau bahkah,  karena musuhnya di kampung mendapatkan bantuan pemerintah,  mereka tidak terima sehingga memberi  label "tidak tepat sasaran", padahal, bisa jadi orang tersebut sangat layak mendapatkan bantuan.

Sorotan ada di tenaga sosial karena mereka dinilai lamban,  tidak tepat sasaran, mementingkan keluarga dekat, tetangga dekat. Dan sampai-sampai ada pertumpahan darah karena bantuan-bantuan ini. Miris?  Absolutely.

Gue yakin,  bantuan-bantuan yang telah diberikan melalui segelintir upaya yang maksimal.  Kalau ditemukan ketidak tepatan dilapangan,  maklum, tenaga sosial juga manusia,  bisa khilaf.  Kawal aja setiap bantuan yang turun,  bisa didiskusikan,  tanpa harus membuat sesuatu menjadi viral.  Human error itu pasti ada, dan gue yakin dalam jumlah yang kecil.  Tapi masyarakat cenderung melihat sisi human error yang nilainya jauh lebih kecil daripada "ketidak error an". 


Diluar ketidak percayaan kita terhadap pemerintah,  ayok #dirumahaja, berhemat,  lakukan hal yang penting-penting aja,  jangan macem-macem, jangan mudik. Jangan bersikap seakan-akan keluarga merindukan kamu.  Hahaha. Demi kebaikan kamu juga kok. 

Berpikir sebelum bertindak dan berbicara,  lebih bijaklah,  sayangi diri sendiri,  anggap setiap orang membawa virus yang bakalan menularkan ke kita,  tapi jangan anggap remeh orang lain,  jangan sampai kita hilang silaturahmi karena menganggap semua orang pembawa virus. LEBIH BIJAKLAH,  itu saja. 

Diberdayakan oleh Blogger.

Comment

 
Gaeguri Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template