Sabtu, 03 Maret 2018

45 Panggilan atau Sapaan Dalam Bahasa Korea


Annyeong chingudeul~

Halo korean lovers, kali ini gaeguri bakal bahas tentang korea lagi nih chingudeul. Sebagai seorang pecinta korea, pastinya kita bakal berusaha untuk mengenal bahasa korea tersebut kan?. pelajaran bahasa korea yang bakal gaeguri bahas kali ini adalah mengenai “panggilan atau sapaan” dalam bahasa korea. Para pecinta korea udah pasti tau lah sama “Oppa” atau “eonni”, bener gak?. Selain kata Oppa sama Eonni, panggilan-panggilan lainnya bakal gaeguri bahas disini, gaeguri akan berusaha bikin pembahasan ini sedetail-detailnya. Yukk simak kata panggilan atau sapaan dalam bahasa korea.

1.       아빠(Appa) dibaca : Apa
Artinya adalah ayah, biasanya kata appa diperuntukan dalam keadaan tidak formal, menyatakan keakraban antara ayah dan anak. Pokoknya bahasa santainya “ayah” dalam bahasa korea.

2.      아버지(Abeoji) dibaca : Aboji
Artinya adalah ayah, biasanya kata Abeoji diperuntukan dalam keadaan yang formal, sikap hormat seorang anak ke ayah nya. Pokoknya kesannya itu formal banget dehh.

3.      아버님 (Aboenim) dibaca : Abonim
Artinya adalah “ayah” dan kata ini terkesan lebih formal dari pada Abeoji.

4.     엄마 (Eomma) dibaca : Omma
Artinya adalah ibu, ini adalah versi tidak formalnya kata “ibu” dalam bahasa korea, terkesan santai, sama dengan kata Appa.

5.      엄머님 (Eommonim) dibaca : Ommonim
Artinya adalah ibu, dalam keadaan formal. Biasanya seorang menantu atau calon menantu memanggil ibu pacarnya dengan panggilan Emmonim ini.

6.     언니 (Eonni) dibaca : Onni
Artinya adalah kakak perempuan. Eonni digunakan oleh seorang perempuan yang akan memanggil kakak perempuannya.

7.      누나 (Noona) dibaca : Nuna
Artinya adalah kakak perempuan, dan digunakan oleh adik laki-laki yang memanggil kakak perempuannya.

8.     형 (Hyeong) dibaca : Hyong
Artinya adalah kakak laki-laki, dan digunakan oleh adik laki-laki yang memanggil kakak laki-lakinya.

9.     오빠 (Oppa)
Artinya adalah kakak laki-laki, dan digunakan oleh adik perempuan yang memanggil kakak laki-lakinya. Dan kata “oppa” ini sangat popular dimana-mana, untuk memanggil “kekasih” pun, bisa juga dengan memanggil “Oppa”.

10.  아가씨 (Agassi)
Panggilan ini digunakan untuk memanggil wanita yang belum menikah (berkeluarga).

11.    아줌마 (Ajumma)
Artinya adalah Bibi. Panggilan ini digunakan untuk memanggil wanita yang telah menikah (berkeluarga), dan biasanya ibu-ibu yang berjualan dipinggir-pinggir jalan dipanggil ajumma.

12.   아저씨 (Ajeossi) dibaca : Ajoshi
Artinya adalah paman. Panggilan ini digunakan untuk memanggil laki-laki yang telah berkeluarga.

13.   삼촌 (Samchon)
Artinya adalah Paman.

14.  할머니 (Halmeoni) dibaca : Halmoni
Artinya adalah nenek

15.   할아버지 (Harabeoji) dibaca : Haraboji
Artinya adalah kakek

16.  이모 (Imo)
Artinya adalah bibi dari pihak perempuan.

17.   구모 (Kumo)
Artinya adalah bibi dari pihak laki-laki.

18.  선배 (Seonbae) dibaca : Sonbe
Artinya adalah senior. Biasanya di korea, walaupun misalnya si A umurnya masih muda dari si B, tapi si sudah masuk ke universitas misalnya, si B tetap harus memanggil si A dengan sebutan seonbae.

19.  후배 (Hubae) dibaca : Hube
Artinya adalah junior.

20. 딸 (Ttal)
Artinya adalah anak perempuan.

21.   아들 (Adeul) dibaca : Adul
Artinya adalah anak laki-laki.
Jadi inget yang namanya “adul” yak, “adul” ini saduran dari bahasa korea kali ya, kayaknya orang tuanya pecinta korea deh, hehehe

22.  남친 / 남자 친구 (Namchin (namja chingu))
Artinya adalah teman laki-laki. Tapi biasanya di korea Namchin adalah sebutan untuk pacar seseorang atau sesuatu yang kayak boy friend gitu. Namchin adalah singkatan dari namja chingu.

23.  여친 / 여자 친구 (Yeochin (yeoja chingu)) dibaca : Yochin/ Yojachingu
Artinya adalah teman perempuan. Sama hal nya dengan namchin, yeochin digunakan untuk memanggil pacar.

24. 동생 (Dongsaeng) dibaca : Dongseng
Artinya adalah adik

25.  남 동생 (Nam dongsaeng) dibaca : Nam Dongseng
Artinya adalah adik laki-laki

26. 여 동생 (Yeo dongsaeng) dibaca : Yo Dongseng
Artinya adalah adik perempuan

27.  여보 (Yeobo) dibaca : Yobo
Artinya adalah “sayang”. Biasanya yeobo digunakan untuk memanggil suami atau istri, yang gaeguri denger, sewaktu sepasang kekasih masih pacaran, orang tersebut jarak banget manggil “yeobo”.

28. 자기야 (Jagiya)
Artinya adalah “sayang”. Nahh,, jagi ini digunakan untuk memanggil pacar. Beda sama “yeobo”, tapi mungkin terserah juga sih, mereka mau manggil pacarnya siapa, who cares, ya gak?

29. 아내 (Anae) dibaca : Ane
Artinya adalah istri

30. 남편 (Nampyeon) dibaca : Nampyon
Artinya adalah suami

31.   사촌 (Sachon)
Artinya adalah sepupu

32.  조카 (Jokha)
Artinya adalah keponakan

33.  사위 (Sawi)
Artinya adalah mertua

34. 처남 (Cheonam) dibaca : Chonam
Artinya adalah adik ipar

35.  친구 (Chingu)
Artinya adalah teman. Sedangkan chingudeul artinya adalah teman-teman. Bentuk jamak dari kata “teman”.

36. 애인 (Aein) dibaca : Ein
Artinya adalah kekasih

37.  총각 (Conggak)
Artinya adalah Sarjana

38. 선생님 (Sonsaengnim) dibaca : Sonsengnim
Artinya adalah bapak/ ibu guru

39. 학생 (Haksaeng) dibaca : Hakseng
Artinya adalah murid

40.의사님 (Euisanim) dibaca : Uisanim
Artinya adalah bapak/ ibu dokter

41.  교수님 (Kyosunim)
Artinya adalah professor

42. 사장님 (Sajangnim)
Artinya adalah direktur atau panggilan untuk “bos”

43. 부사장님 (Busajangnim)
Artinya adalah wakil direktur

44. 회장님 (Hoejangnim) dibaca : Hwejangnim
Artinya adalah bapak/ ibu CEO

45. 비서 (Biseo) dibaca : Biso
Artinya adalah sekretaris

Oke chingudeul, mungkin itu adalah sebagian besar panggilan yang sering kita dengar dan yang paling dibutuhkan dalam mempelajari bahasa korea. Gimana? Udah nambah pengetahuan kan? semoga membantu chingudeul, Anyeong~~



Sabtu, 24 Februari 2018

Ekspektasi VS Realita

Annyeong chingudeul~


Why everything isn’t always going to go the way I want it to go. Pernah ngalamin gak chingudeul? Bagi gue hampir semua apapun yang gue pengen gak pernah ada yang terwujud. Mungkin itu yang dinamakan “masalah” karena masalah terjadi ketika apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan realita yang terjadi. 

Pertama, waktu SMP, gue pengen masuk ke salah satu SMP favorit di daerah gue, udah daftar, waktu pengumuman kelulusan, gue gak lolos karena waktu itu gue masuk sekolah di beda kota gitu dan honestly gue  gak ngerti juga sih system penerimaannya gimana dan akhirnya gue masuk ke sekolah yang jaraknya kira-kira 1 km dari rumah (deket beet sih, padahal gue pengen sekolah yang rada jauh dari rumah).

Jaman SMP itu gue gak punya temen sama sekali, palingan Cuma ngobrol gitu-gitu doang nothing special, mungkin karena gue adalah orang yang introvert kali yaa dan disana I was one of bullying victim, (next story). Di SMP ini, perasaan, gue gak pernah punya kenangan manis deh (kecuali first love yang hanya sepihak doang haha^_^), kalo boleh memilih, gue lebih memilih untuk langsung loncat ke SMA tanpa harus masuk ke jenjang SMP (saking dendamnya sihh).

Kedua, masuk SMA, gue sebenernya gak pengen masuk ke SMA itu dan gak tau kenapa malah terjebak di sana. 

Walaupun di SMA gue bukan korban bullying lagi, tapi awal gue masuk sekolah semasa MOS gue gak punya temen sama sekali. Waktu itu,  gue di anterin sama orang tua dan di temenin, hahaha (waktu TK aja gak pernah di temenin, SMA malah ditemenin, wth), gue gak punya temen karena emang gak ada temen-temen SMP gue yang lolos di SMA itu (memang sih gue milih sekolah ini karena gue emang sengaja sekolah di tempat yang 180 derajat berbeda dari SMP).

Ketiga, masuk kuliah. gue bener-bener gak pengen sekolah di daerah Sumbar waktu itu, makanya waktu milih universitas untuk ikut seleksi mahasiswa undangan (kalo sekarang namanya SNMPTN (tes yang tanpa tes itu lo, yang Cuma daftarin pake nilai raport))gue milih Universitas Sumatera Utara, Medan, dan gue gak lolos. Kemudian daftar untuk ikut seleksi SNMPTN (yang kalo sekarang namanya SBMPTN), gue “terpaksa” ngambil universitas yang ada di Sumbar biar peluang diterimanya lebih besar.

Gue ngambil 2 jurusan waktu itu, pertama adalah jurusan yang gue pengen yaitu teknik industri, dan yang kedua adalah jurusan yang gue gak pengen, passing gradenya lumayan rendah dan kalo jurusan pertama gak ke terima seenggaknya jurusan ini harus bisa lulus yang walaupun gue gak pengen masuk, jurusan itu adalah teknologi hasil pertanian. Dan gue malah lulus di jurusan kedua ini.


Keempat, kerja. Waktu nyari lowongan kerja gue tetap gak mau nyari kerjaan yang ada di Sumbar apalagi kerjaan yang ada di daerah gue sendiri, Payakumbuh. Gak tau kenapa gue gak pengen aja di rumah.

Setelah udah pernah nyoba 2 kali tes CPNS, tes KPK, tes BPJS ketenagakerjaan yang semua penempatannya diluar Sumbar, gue gagal di semua tes itu dan malah keterima di “anggap aja lembaga pemerintahan” yang lokasi kerjanya bener-bener ada di kampung halaman sendiri, berbaur dengan masyarakat (yang sebenernya gue anti sosial, gak mau terlibat sama urusan yang ada di kampung, gak mau terlibat sama masyarakat dan lain-lain. kerjaan ini malah tugasnya adalah “membina” masyarakat itu yang artinya harus bener-bener berinteraksi sama masyarakat).


Why everything isn’t always going to go the way I want it to go? Jawabannya adalah “Gue tidak bersyukur sama apa yang udah menjadi milik gue dan kejadian yang pernah gue alamin”.

Manusia bisa berencana tapi Tuhan yang akan menentukan hasilnya. Mungkin apa yang udah gue rencanain, apa yang udah ditargetkan untuk terwujudkan itu, bukan jalan yang tepat di mata Tuhan, Tuhan punya rencana yang lebih besar dan lebih baik daripada rencana gue.

Contohnya adalah, gue Cuma bisa masuk ke SMP yang “gak gue pengen” dan disana gue jadi korban bullying, who knows di sekolah yang gue pengen masuk malah menjadi korban bullying yang lebih parah dan bisa aja sampai mau bunuh diri, ya kan ? kemudian masalah kerjaan, bisa jadi dengan punya kerjaan itu, gue bisa lebih membaur dengan masyarakat, bisa menghilangkan sifat introvert di dalam diri gue (I very hope so) biar lebih gampang untuk beradaptasi dan berbaur sama orang lain, orang-orang jadi kenal gue (karena memang di kampung sendiri aja orang-orang pada gak kenal gue karena gue gak pernah sih ya yang namanya keluar rumah buat nyapa-nyapa dan ngobrol-ngobrol receh sama orang lain)

Jadi intinya, kenapa kita merasa “segala sesuatu itu tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan” adalah karena kita kurang bersyukur. Cobalah untuk lebih bersyukur sama apa yang udah diberikan Tuhan kepada kita, kurang-kurangin ngeluh dan just enjoy our life.



Gue “terkadang” masih belum bisa bersyukur sama keadaan, but I always try to be a better human, walaupun kadang SULIT untuk bisa menjadi lebih baik, yang penting kita udah berusaha, setuju? 

INTROVERT part 2

Annyeong chingudeul~

Akhir-akhir ini gaeguri lagi seneng bahas hal-hal mengenai orang introvert karena I am one of them. Kali ini gaeguri mau bahas mengenai seberapa introvert diri saya part 2. Part 1 nya bisa chingudeul liat disini.

Ngomongin masalah introvert gak pernah ada abisnya karena ini menyangkut masalah personality seseorang dan gaeguri yakin, banyak orang didunia ini yang mempunyai kepribadian seperti ini. Personality adalah factor bawaan yang udah di takdirkan oleh tuhan untuk kita jadi gaeguri rasa personality itu tidak bisa digantikan tapi bisa “di arahkan” ke hal yang lebih baik lagi.

Sebagai seorang yang introvert, gak sedikit orang yang mengatakan bahwa gaeguri adalah pribadi yang buruk. Orang introvert adalah orang-orang yang tidak bisa bergaul dengan orang lain, penyendiri, pemalu, pendiam, sulit di tebak, moody, dan sebagainya. Mungkin kata-kata tersebut ada benarnya tapi tidak setiap saat, orang-orang introvert akan bersikap demikian. Ada saatnya seorang introvert ingin sendiri, ingin diam, pemalu dan orang-orang ekstrovert pun terkadang juga bisa menjadi pendiam dan ingin sendiri. Mungkin benar kalo seorang yang introvert sulit bergaul dengan orang lain dan mempunyai sikap yang ‘kurang menyenangkan” tetapi bukan berarti “tidak” bisa bergaul, karena kalo di lihat lebih dekat, orang-orang introvert juga bisa menjadi pribadi yang menyenangkan.

Jika ditanyakan masalah “seberapa introvert nya seorang gaeguri”, maka bisa digambarkan seperti ini, bisa dilihat dipostingan ini juga. Secara garis besar, gaeguri suka menyendiri, menikmati kesendirian, kurang suka dengan keramaian, mempunyai dunia sendiri (tapi bukan berarti keterbelakangan mental ya chingudeul), tidak bisa memulai percakapan dengan orang lain, menghindari eye contact (takut fall in love, hahaha kidding), tidak bisa bicara di depan umum (I don’t like this), suka berimajinasi (fyi, I have imaginary boyfriend as a fairy tale before I sleep hahaha), nyaman kalo ngomong secara personal, dan ciri orang introvert lainnya ada di diri gaeguri.


Dulu, waktu kuliah gaeguri nyoba untuk menyembunyikan sifat gaeguri yang seperti ini, tapi kalo hal mendasar yang ada didiri kita bakal ketauan juga gimana pun cara kita nyembunyiinnya. Pernah suatu kejadian, saat gaeguri daftar-daftar jadi asisten laboratorium untuk sebuah mata kuliah. temen gaeguri yang namanya disamarkan menjadi Cicak ini mengusulkan ke dosen kalo untuk menjadi seorang asisten laboratorium itu diperlukan tes tambahan karena kebanyakan asisten labor sekarang malah gemeteran waktu menghadapi praktikannya (peserta praktikum disebut praktikan), what the hell, do you talking about me? Karena jujur mungkin disana gaeguri adalah asisten yang paling tidak berpengalaman waktu itu, dan akhirnya dosen tersebut setuju dengan ide si cicak ini. And absolutely I past that test, (gaeguri adalah orang-orang introvert yang ketika keadaan mendesak bisa menjadi sosok yang amazing, (hahaha). Kemudian setelah kejadian itu, ada kejadian lainnya. Masih di lingkungan laboratorium dan dunia per-asistenan, waktu gaeguri mau ngasih penjelasan cara kerja untuk praktikum yang akan mereka kerjakan, si cicak dateng nyamperin meja gaeguri dan mengambil alih kerjaan gaeguri yang alasannya adalah suara gaeguri gak jelas dan praktikan gak bakal ngerti. Jadi menurut lo, orang-orang yang mempunyai suara lembut gak bisa ngasih pengarahan? Kami bisa pak bu, kami Cuma butuh lo diem dan kami bakalan ngomong, karena sekecil apapun suara di dunia ini, kalo lo gak berisik bakalan kedengeran kok. Dasar si cicaknya aja yang sok bisa menghandle semua kerjaan, pengen eksis abiss. Sejak saat itu, gaeguri gak pernah mau lagi berurusan sama cicak. Setelah gaeguri pikirin, disana bisa kita liat sifat introvert yang gaeguri punya kambuh lagi karena gaeguri gak bisa bantah semua perkataan yang udah di ucapin oleh cicak mungkin saking emosinya makanya gaeguri Cuma diem doang, padahal sebenernya di otak gaeguri ada banyak kata yang pengen di ucapin, tapi gaeguri rasa karena udah emosi makanya kata-kata yang banyak yang ada di otak gaeguri gak mau terbentuk sebuah kalimat.

Kemudian di dunia kerja, walaupun gaeguri belom pernah nyobain rasanya kerja, jadi gaeguri ngasih tau dari pengalaman gaeguri ikut seleksi aja. Jadi waktu wawancara pekerjaan itu kita butuh ngomong kan?, gak mungkin dong waktu wawancara itu Cuma duduk terus diem doang, kita harus “menjual diri kita” supaya bapak hrd mengetahui kelebihan yang ada didiri kita yang bermanfaat buat perusahaannya. Ini adalah salah alasan kenapa sampai sekarang gaeguri gak punya pekerjaan karena gaeguri adalah orang yang buruk dalam wawancara. Ini bukan tentang introvertnya, orang-orang ekstrovert pun kalo gak tau adap wawancara pun gak bakalan lulus. Tapi seenggaknya orang-orang ekstrovert tau gimana caranya berdiskusi, memberikan argument dan merangkai kata-kata secara spontan. Bagi gaeguri merangkai kata secara spontan adalah tugas berat.

Sebenernya gaeguri udah diterima di sebuah “anggap aja lembaga pemerintah” tapi masih belom masuk kerja karena nunggu SK penggangkatan. Jadi di kerjaan ini yang dibutuhkan adalah “speak up” dengan orang lain. Ada sebuah cerita miris disini, kita mulai dari perkenalan adik gaeguri, anggap aja namanya Bunga. Gaeguri punya seorang adik yang sebenernya dia belom lulus kuliah tapi udah ditawarin kerja, menurut gaeguri, dia orang yang ekstrovert, supel dan mudah beradaptasi dengan orang lain. Pokoknya kebalikan gaeguri banget deh. Kamu tahu gimana beban mental yang gaeguri hadapi? (kalo kamu pengangguran yang udah lama jobless, kamu bakal tau gimana rasanya). tetangga-tetangga gaeguri pada ribet sendiri kenapa gaeguri belom dapet kerjaan padahal gaeguri tamat kuliahnya udah lama banget, waktu mereka tau kalo gaeguri udah keterima di lembaga yang butuh ngomong di depan umum itu mungkin rada syok juga yaa, dan tetangga itu bilang, kalo pekerjaan yang gaeguri dapetin ini cocoknya buat Bunga, bukan buat gaeguri. Hello… sebenernya saya juga gak mau kerjaannya yang pake ngomong-ngomong buk, tapi dapetnya ini, so what?? Kerjaan ini cocok buat Bunga? Emang bener sih, tapi yang gak punya pekerjaan disini itu saya buk, bukan Bunga, Bunga udah kerja lo, jadi kalo cocoknya buat Bunga, terus giliran saya punya kerjaan kapan dong??  Kami-kami introvert ini juga butuh pekerjaan karena kami juga butuh hidup, biar gak bergantung terus-terusan sama orang tua.

Orang-orang introvert itu gak perlu di judge kalo mereka itu buruk, cukup kenali mereka lebih dekat kemudian kamu bakalan tau gimana sebenernya personality mereka. Introvert adalah kesan pertama (first impression) ketika kamu melihat orang-orang seperti cerita gaeguri di atas.

Okee.. sekian hari ini, semoga bermanfaat, happy reading chingudeul~


안녕, 사랑해 ^_*

Jalan-Jalan ke Lembah Harau

Annyeong chingudeul~~


Lembah harau adalah sebuah ngarai dekat kota Payakumbuh Sumatera Barat. Tapi sebenarnya lembah harau ini termasuk ke dalam pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat. Lembah harau di apit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter berupa batu pasir yang terjal berwarna warni. Bentuk wilyah lembah harau ini berbukit-bukit dan bergelombang.


Dari rumah gaeguri sih Cuma sekitaran 15 menit perjalan pakai motor, deket banget kan? tapi percayalah waktu gaeguri datang ke lembah harau itu, udah kayak turis yang pertama kali menginjakkan kaki disini karena gaeguri Cuma beberapa kali doang dateng ke kawasan ini. Seumur hidup gaeguri palingan Cuma 3 kali deh. Waktu dateng ke lembah harau yang terakhir kali itu sekitaran bulan Desember 2017 lalu, ada banyak hal yang berubah disini, jadi makin bagus aja. Banyak spot-spot foto yang instagramable banget.



Sebelum memasuki kawasan wisata, kita udah disuguhin sama pemandangan alam yang cantiik banget, kesejukan, kedamaian dan keindahan yang memukau. Kita bakalan nemuin tebing terjal yang rapi, hamparan sawah yang hijau kalo muncul calon padi atau menemukan hamparan sawah yang kuning kalo padinya udah siap panen atau hamparan sawah yang tinggal lumpur doang kalo udah dipanen .LOL.



Untuk mencapai lembah harau dari Padang (ibu kota Sumbar), chingudeul membutuhkan sekitar 4 jam perjalanan arah jalan menuju Riau.  (bener gak sik? Mending search google map aja chingudeul, gaeguri gak mau ngasih petunjuk yang sesat, google map knows best!. Atau yang pengen ke lembar harau, just contact me, I will be your guide ^_^). Biaya masuk ke lokasi ini Cuma 5000 rupiah per orang doang, murah banget kan..



Lembah harau memiliki 3 kawasan objek wisata yaitu resort aka barayun, resort sarasah bunta, dan resort rimbo piobang. Dari ketiga objek wisata ini, gaeguri bakalan membahas mengenai resort sarasah bunta. Untuk mencapai lokasi ini, sewaktu masuk dari gerbang, lurus dan nanti ketemu sama pertigaan, chingudeul belok kanan, terus aja, nanti bakalan ketemu sama tukang parkiran, lokasinya disana. LOL.



Disarasah bunta ini, terdapat 4 air terjun (dan gaeguri gak tau apa aja nama-nama air terjunnya, so don’t ask me!). Disini, chingudeul bakalan ketemu banyak wahana dan spot-spot foto yang instagramable, seperti, sepeda air, balon air, spot foto kayak sarang burung, taman-taman love-lovean, sampan-sampanan, and many more.


Disini chingudeul juga bisa main ala-ala outbond kayak flying fox dan nyembrang di jembatan gantung. Wahana ini tepat di samping air terjun dan di bawahnya juga ada air (apaan yak? Ngerti gak? Hehehe).


Untuk mencapai lokasi ini, chingudeul tinggal jalan dari air terjun yang pertama sekitaran 100-200 meter. (deket kok, kalo chingudeul bingung, tinggal tanya ke orang disana, dimana tempat buat main flying fox!).



Sensasi nyembrang di jembatan gantung dan main flying fox disini itu beda dari tempat lain, karena disampingnya jembatan gantung, ada tebing yang tinggi dan air terjun. Sedangkan di bagian bawahnya ada air yang banyak. Ada sensasi serem-seremnya gitu. Cocok buat yang mau adu nyali LOL, (adu nyali?? Hahaha)


Ini adalah kali pertama gaeguri nyembrang jembaran gantung. Dan rasanya itu, kaki gemeteran, tangan pegel megang tali dan takuuut banget guys. Waktu gaeguri main, angin di sana lumayan kenceng jadi kayak mau “terhempas” ke bagian tebing (menyeramkan). Rasanya pengen balik lagi tapi malu. Hahaha.


Filosofi kita nyembrang di jembatan gantung ini yang gaeguri dapetin adalah, sama halnya di dalam hidup, jembatan gantung itu adalah jalan yang udah kita pilih, dan ujungnya adalah tujuan yang kita capai. Mau gak mau you must face that way. Bisa aja buat balik, tapi, berarti kamu gak bisa mencapai tujuan yang kamu inginkan. Awalnya memang takut buat jalan, gemetaran, stagnan (gak jalan karena takut), tapi akhirnya perjalanannya itu tetap terselesaikan. Masalah takut dan waktu ada angin, gaeguri rasanya mau “terhempas” ke arah tebing, kamu Cuma butuh untuk me-yakinkan diri kamu bahwa “everything will be oke, don’t worry, just face it”. Kalau kamu bisa meyakinkan diri sendiri, you will past that way. Waktu ada angin itu sebenernya, kita itu gak gerak sama sekali, kita gak terbawa angin sama sekali, Cuma sugesti kita doang yang bilang kalo “kamu bakalan terhempas ke tebing, kamu bakalan jatuh dan sebagainya”. Sekali lagi, yakinkan diri kamu, semuanya bakalan baik-baik aja. Seru banget sih bisa nyembrang di jembatan gantung ini, banyak hal yang gaeguri pelajari disini.


Spot terakhir yang gaeguri datengin (karena waktu itu udah sore banget) adalah seoul ala-ala (gaeguri gak tau kenapa orang-orang menamakan ini kayak seoul). Jadi ditempat ini ada kayak nuansa-nuansa barat dan korea gitu chingudeul. Di tempat ini, tanahnya itu udah dilapisin sama pasir putih (mirip salju mungkin ya), ditengah hamparan pasir itu ada sebuah pohon yang tinggal rantingnya doang (mirip sama pohon-pohon diluar negeri waktu autumn ^_^) dan background nya kayak bangunan ala-ala eropa. (yang sebenarnya itu bangunan “Minang banget” karena atapnya ada gonjongnya (gonjong = atap khas rumah adat minangkabau), dan sebenernya, rumah itu adalah bagian dari bangunan sebuah sekolah disekitaran sana). Kalau kamu bisa ngambil angle yang bagus, kamu bakalan dapetin hasil foto yang bagus juga. Tapi kalo kamu udah punya kamera yang paling bagus, model yang kece abis tapi kamu gak bisa ngambil foto dengan baik, maka hasil foto yang kamu dapetin gak bakalan bagus.


Oiya,, buat yang butuh penginapan, disana juga disediakan penginapan yang asri banget. Jangan khawatir bakalan gak bisa nginep, tempat makan dan restoran juga banyak dan disana juga bisa menyewa kayak motor atau sepeda.

So, ayo ke lembah harau. Find the interesting things there, need a friend, need a guide, contact me! XOXO

WELCOME TO HARAU VALLEY ^_^
Diberdayakan oleh Blogger.

Comment

 
Gaeguri Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template