Saturday, October 12, 2019

Patbingsoo itu rasanya?


Annyeong chingudeul~~


Makanan korea pertama yang pernah gue cicipi adalah kimchi, makanan khas nan wajib ada di korea, dan rasanya gue gak suka. Udah itu aja. Kecintaan gue sama korea gak memudar gitu aja setelah makan kimchi yang gak gue suka itu, walaupun udah gak nonton drama korea lagi, semangat juang gue untuk mencari makanan korea favorit gak luntur gitu aja. Makanan korea kedua gue adalah sekeluarga dessert yang manis-manis dan dingin-dingin. Coba tebak?? (ketahuan dari judulnya yaaa kan.. d blog mah gak bisa rahasia-rahasiaan. Hahaha). Yaappp… ini adalah Patbingsoo, dessert ala korea yang selalu hadir pada saat musim panas.


Patbingsoo ini sejenis es serut yang udah modern. Lol. Waktu jaman gue SD, es serut sangat menjadi primadona, es batu yang diserut kemudian dicetak menyerupai kepalan, lingkaran atau bentuk love kemudian di beri air sirup berwarna-warni yang gue yakin itu bukan sirup marjan.

Patbingsoo awalnya terkenal dengan es serut yang ditmbahkan dengan kacang merah dan sampai sekarang (if I’m not wrong) setiap Patbingsoo ada terkandung kacang merahnya. Patbingsoo yang gue pesan ini bernama “chungmuro patbingsoo” (seinget gue) yang terdiri dari es krim matcha 1 scoop, corn flakes, es serut, kacang merah dan disiram dengan susu matcha. By the way, gue makan ini di Patbingsoo, Pekanbaru.

Rasa dari Chungmuro patbingsoo ini sudah pasti manis-manis dingin dan matcha banget, karena perpaduan antara susu matcha dan es krim matcha yang kental. Dessert ini disajikan dalam bowl khas korea yang wajib ada di drama korea. Dessert pasti selalu cantik dan gak akan rela kalau dimakan, tapi you must eat that dish karena bakalan meleleh dan gak cantik lagi pastinya. Beda sama kimchi , gue suka dessert ini, karena sejatinya dessert gak pernah salah, dan belum ada dessert yang gak enak, yaaa kan?

Varian Patbingsoo di Patbingsoo Pekanbaru ini sangat banyak dan bisa di check di google atau datangi langsung Patbingsoo Pekanbaru. Mereka juga menyediakan makanan-makanan khas korea lainnya seperti tteokbokki, ramyeon, buldak, dan kawan-kawan lainnya. Dan seperti biasa makan diresto korea gak bisa pergi sendiri karena porsinya sangat banyak, bisa sih pergi sendiri kalau porsi makan kamu besar. Untuk patbingsoo ini, kamu juga bisa sharing.

nama - nama kota di korea (cuma 3 kota aja, lol), salah satu corner di patbingsoo pekanbaru


Sekarang kita akan review tempatnya, Patbingsoo pekanbaru yang gue datangi ini terletak didalam SKA Mall Pekanbaru, tempatnya gak begitu luas menurut gue dan gak kecil juga (Gue pernah dimarahi dosen karena gue mendeskripsikan luas sebuah tempat dengan kata-kata “gak begitu luas dan gak begitu kecil”, bagi dosen gue kalau ingin mendeskripsikan luas suatu tempat harus dengan menggunakan angka yang pasti misalnya 100m persegi, etc. Luas tempat itu relative, bisa kecil atau besar sesuai dengan point of view (POV) siapa. Tapi sekarang gue juga gak mungkin mengukur tempat dagangan orang kan, so, luas atau tidaknya tempat ini sesuai dengan POV gue, oke. OOT banget yaaakkkk).




Setiap sisi dinding dihiasi dengan variasi yang berbeda-beda, tapi masih dalam suasana korea. Sisi pertama dihiasi dengan nama-nama kota terkenal yang ada di korea, sisi kedua dihiasi dengan tulisan “patbingsoo pekanbaru” dan ditambah dengan foto-foto menu yang ada di patbingsoo pekanbaru ini. Selanjutnya ada gambar dinding orang lagi main gitar dan ada tulisan selamat datangnya.






Friday, October 4, 2019

Tidak pernah meminta mencintai siapapun


Butuh buku baru
Butuh cerita baru
Butuh bab baru untuk hidup ini
Buku kemaren sudah tamat
Gue gak baca buku 2 kali
------------------------------------

Paham?? 

---------------------------------------

Gue gak pernah baca buku 2 kali, karena gue tau alur ceritanya bakalan gimana,  akhir ceritanya udah jelas, walaupun diulang berapa ratus kalipun, cerita dibuku itu akan sama.  Sama halnya dengan menjalani hubungan yang sama dengan orang yang sama,  cerita kamu pasti gitu-gitu aja,  gak akan berubah alur ceritanya, akhir ceritanya ketebak,  permasalahan yang kamu alami juga akan selalu sama. Itu kenapa gue gak pernah baca buku 2 kali dan gak pernah mau menjalani hubungan dengan orang yang sama, orang yang pernah mengakhiri hubungannya sama gue. (a.k.a Mantan).

Sekali gue memutuskan menamatkan suatu buku,  gue bakalan bener-bener gak akan baca buku itu lagi,  sekalipun gue pernah mencoba untuk baca pasti akhirnya gue jenuh,  capek,  bosan kemudian menyerah. 

Perasaan gue sekarang sama dengan memutuskan menamatkan buku itu, gue putus asa. Apapun yang gue inginkan gue pasti berjuang untuk mendapatkannya,  mati-matian. Tapi sekarang,  gue berhenti berjuang,  bukan karena gue tidak mau lagi berjuang,  tapi ada hal yang lebih penting yang harus gue selamatkan, yaitu hati gue yang rapuh ini.  Gue gak mau jadi orang yang gak punya hati karena hati yang terus-terusan tersakiti karena keegoisan gue mempertahankan orang yang sama sekali gak ada hati untuk gue. 

Cukup adil mungkin jika gue menyerah sekarang,  hati gue masih ada meskipun terluka dan berdarah. Setidaknya masih ada hati walaupun sedikit,  karena hati hakikatnya bisa tumbuh dan utuh kembali. Memang butuh waktu untuk penyembuhan,  walaupun mungkin tidak akan utuh,  setidaknya gue mencoba menyembuhkan agar tidak berdarah lagi, agar tidak luka lagi, agar tidak semakin sakit.  

Sama halnya saat menggenggam pasir,  semakin erat genggaman kita,  pasir akan semakin berjatuhan. Mungkin cinta seperti itu,  semakin erat genggaman,  cinta makin tersakiti dan akhirnya terlepas,  hancur,  remuk.


Terima kasih sudah hadir dihidup gue,  terima kasih sudah memberikan warna walau akhirnya warna dihidup gue tetap didominasi warna hitam. Terima kasih sudah mengajarkan rasanya di tolak,  rasanya diabaikan dan rasanya tidak dianggap. Gue belajar cara melepaskan, gue belajar berhenti, lalu mundur.  Gak semua hal dihidup ini harus maju mengejar apa yang kita mau,  ada saatnya kita berhenti kemudian berbalik arah, mencari jalan baru hingga akhirnya mendapatkan perhentian yang membahagiakan.  

Menuju sebuah tempat yang indah selalu butuh usaha yang lebih misalnya jalan yang ditempuh jelek, jalan yang terhalang oleh lautan kendaraan dan lainnya, tapi disaat semua terlalu buruk, berbalik arahlah,  find another way.  sama halnya hidup,  mendapatkan apa yang kita inginkan pasti punya jalannya sendiri,  entah itu susah atau panjang, tapi jika terlalu sulit,  cari jalan lain. at least pasti ada akhirnya, dan setiap akhir pasti yang terbaik. 

Buat kamu, aku cuma punya satu pesan "don't make someone fallin' love with you,  if you don't know how to love them back, (jangan buat seseorang jatuh cinta kepadamu,  jika kamu tidak tau bagaimana cara mencintai mereka kembali) ", (quotes di pinterest yang gue jiwai banget,  hihihi). Maksud gue,  jangan bersikap istimewa kepada semua orang,  karena cewek gampang baper,  jangan chattingan sama cewek yang kamu gak suka tiap hari,  jangan mau kenal keluarganya,  jangan telpon dia,  jangan peduli apapun yang dia lakukan.  Bersikap secukupnya aja,  jangan bangga dicintai semua orang jika akhirnya mereka semua terluka karena berharap kepada orang yang salah.

Sekeras apapun gue menyalahkan dia karena keterpurukan gue saat ini, tetap orang yang bertanggung jawab atas luka ini adalah gue. Otak gue mengiring opini dan rasa ke hati,  sampai akhirnya hati lebih mendominasi dibandingkan otak. Jika gue mencintai dia menggunakan otak,  gue pasti tidak akan tersakiti karena otak gue masih sangat waras.  Tapi hati?  Out of my control.  Rasa di hati bersumber dari alam bawah sadar yang gue juga gak tau awalnya dari mana, rasa itu muncul dengan sendirinya. Seketika hati bergetar memberontak ketika melihat sosok dia, penyebab hati ini (juga)  hancur. 

Dia tidak pernah meminta untuk dicintai,  begitu juga gue,  raga gue gak pernah meminta untuk mencintai siapapun termasuk orang seperti dia,  itu semua diluar kuasa gue, diluar kehendak gue. Jika diminta untuk bertanggung jawab atas kehancuran hati ini,  gue bersedia bertanggung jawab,  gue bersedia memberikan penyembuhan atas luka ini,  tapi gue tidak mau disalahkan atas perasaan ini.



Gue pernah nulis perjalanan kisah gue dan dia dari awal perkenalan sampai titik kehancuran hati ini. Di sepanjang kisah itu,  gue sadar tidak ada jalan bahagia sedikitpun yang pernah gue tempuh,  cuma perasaan yang dipaksa bahagia dengan menghadirkan asumsi-asumsi seolah-olah dia sumber kebahagiaan gue hadir di sepanjang kisah gue.  Pertanyaannya adalah apa yang membuat gue tetap bertahan? Dan sekarang gue gak tau jawabnya, sama sekali. 

Langkah tepat untuk berhenti dan berbalik arah kemudian melepaskan apa yang tidak bisa diraih ketika sudah tidak ada celah untuk menapak. Jika dia takdirmu,  dia akan datang dari jalan tak terduga untuk menemuimu atau cari jalan baru kemudian bergerak kembali,  berjalan lalu berlari. You will find your happiness or happiness will find you,  Allah punya kisah yang lebih sempurna,  let Allah do His magic. 



Temukan buku baru
Temukan cerita baru
Buku punya banyak warna
Kamu bisa pilih buku yang kamu mau
Take a new book,  Open it,  enjoy the story.


Gue akan benar-benar belajar hidup tanpa dia, gue harusnya bisa, karena hidup bukan tentang cinta dari dia saja.  Gue masih punya keluarga,  teman,  sahabat, dan musuh yang masih sangat peduli sama gue.  Disaat satu pintu tertutup,  masih banyak pintu yang lain yang mau untuk dibuka,  bahkan terbuka dengan sendirinya.

I quit,  thank you..  😊



Thursday, September 26, 2019

Kalau Cinta Bisa Memilih


Urusan hati memang bukan sekehendak manusia. Kalau gue bisa memilih harus mencintai siapa,  gue pasti gak mau mencintai orang yang udah mengabaikan gue untuk kesekian kalinya. Gue harusnya bisa mencintai orang yang ngejar-ngejar gue. Orang yang jelas-jelas selalu ada untuk gue. Orang yang bertubi-tubi nanya "gimana kabar gue", orang yang ingin tahu masalah hidup gue,  orang yang selalu ngajak gue untuk ketemu,  orang yang peduli sama gue. Gue malah terjebak dengan orang yang sama sekali gak pernah ada untuk gue,  orang yang selalu mengabaikan ajakan gue,  orang yang super sibuk,  orang yang gak peduli sama sekali, orang yang sama sekali gak pernah tanya kabar gue,  orang yang menolak gue.  Lucu memang,  miris kadang. Mau sedih,  tapi kok yaa lucu. Mau ketawa tapi sedih sekali,  haha.  Hati ini tetap gak mau beralih. Padahal gue udah sering denger betapa "aneh"nya dia,  betapa menyebalkannya cerita dia,  betapa arogannya sikap dia,  betapa membosankannya cerita dia kalau lagi cerita, sebagian sikap buruk "manusia" ada di dirinya,  tapi, gue?  Tetap cinta. (honestly,!! Walaupun berlebihan yaa,  i do not care).. 

Beberapa minggu yang lalu,  hampir 1 bulan, gue menjauh,  menyibukkan diri,  melakukan hal yang gak biasa gue lakuin, gak pernah whatsapp dia, demi supaya gue bisa lupa sama "dia", tapi hanya dengan melihat satu kali wajahnya,  gue luluh lagi, gue hancur lagi. Seakan-akan gue harus dekat lagi sama dia,  gue menjalin komunikasi lagi walaupun sering di abaikan. Dan semalam gue memelas memohon untuk ditemani, gue bilang untuk sekali ini saja mohon jangan tidur dulu,  gue mau ditemani dan gue gak bakal ganggu dia lagi tapi selalu sama gue di abaikan, gue ditolak lagi untuk kesekian kalinya. Tiap kali gue bilang "gak gangguin" dia lagi gue gak pernah benar-benar melakukan hal itu.  Karena sulit bagi gue untuk tidak melibatkan dia di hidup gue.  Chat dia ada di paling bawah aja gue frustasi,  kayak anak kecil yaa..  Pernah rasain yang gue rasain gak??  Mencintai orang yang tidak mencintai kalian? Jangankan juga "cinta", kamu dianggap ada aja mungkin enggak.  Ini yang gue alami.  

Gue bertemu makhluk-makhluk baru, orang-orang baru,  yang selalu ada untuk gue,  tapi hati gue tetap gak bisa beralih dari dia.  Gue buka hati untuk siapapun,  tiap kali ada yang ingin masuk ke hati gue,  gue seakan-akan bikin password yang hampir 1 halaman buku,  sulit di tebak,  gak bisa di tebak, akhirnya orang itu gak bisa masuk. Gue juga gak bisa mengeluarkan "dia" yang di hati gue karena gue sendiri lupa sama password yang gue bikin.  Hahaha.. 

Dia gak begitu ganteng, gak jelek juga sih,  hatinya arogan suka pamer, suka pamrih,  mencintai diri sendiri,  sombong, gue gak suka sikap manusia seperti ini, tapi kenapa gue memaklumi,  memahami sikap dia. Gue takut dia nikah,  karena gak mungkin lagi gue berharap sama suami orang. Jangankan untuk menikah, gue gak bisa liat dia aja gue udah stres duluan,  memohon agar dia gak usah pergi.  Untuk sekarang jujur gue takut.  Tolong sadarkan gue, harusnya gue gak boleh mengharapkan dia lagi,  cukup.  Tiap kali gue berharap, gue luka lagi, gue sedih lagi,  gue stres lagi, gue sakit lagi, nulis blog lagi,  curhat lagi tapi gue tetap kekeh mau mencintai dia. 

Kalau bunuh diri gak dosa,  mungkin gue udah mencoba untuk bunuh diri karena ke-frustasian gue sama cinta yang ditolak ini,  bunuh orang dosa gak yaa?  Hahahaha..  Tenang..  Tenang..  Gue masih berakal sehat.  Gue gak sebuta itu, dan gue gak sebodoh itu (pake dukun, boleh?)  hahahaha


Gue menikmati keputus-asaan ini, menikmati kesedihan ini karena gue yakin gue gak bakalan selalu sedih, pasti ada celah bahagia untuk gue walaupun gue gak tau kapan bisa bahagia. Gue tau Allah penulis terbaik. Allah tahu apa yang gue butuhkan saat ini, gue yakin Allah menyisipkan kisah yang sangat menarik dihidup gue, tinggal menjalani saja. Nikmati saja.  Penulis-penulis terkenal aja selalu menjelaskan alur cerita dengan sangat jelas, mulai dari perkenalan,  permasalahan, kemudian penyelesaian.  Kalau gue bisa menikmati cerita orang lain, kenapa gue gak bisa menikmati cerita diri sendiri kan?  Gue harus menikmati kisah diri sendiri,  karena gue yakin banyak hal menarik dikisah gue.  Kadang buku cerita menghadirkan akhir cerita yang sedih,  tapi cerita sedih itu adalah yang terbaik untuk semua karakter yang ada di buku,  sama kayak hidup gue,  bisa berakhir bahagia atau sedih,  tapi gue yakin apapun akhir cerita gue,  gue yakin itu yang terbaik menurut penulis gue,  Allah. 

Setiap kita bisa menikmati apapun yang terjadi,  gue yakin kita gak bakal sesedih yang dibayangkan. Gue yakin kita bisa menjalani kesedihan itu. Allah gak akan pernah memberikan beban diluar kuasa hambaNya.  Kalau gue dihadapkan dengan permasalahan serumit ini,  berarti menurut Allah gue mampu untuk menghadapinya.

Teman-teman gue bilang,  sedih secukupnya,  nikmati kesedihan.  Karena hidup bukan hanya tentang cinta saja,  jalani saja apa yang harusnya dijalani, banyak hal yang bikin hidup berarti,  hidup itu simple,  having fun maka semua masalah gak akan pernah menjadi beban.




Powered by Blogger.

Comment

 
Gaeguri Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template